KAI DAOP 6 Komitmen Berkelanjutan mendistribusikan bantuan sosial-lingkungan Rp319,9 juta hingga Mei 2025

- Jurnalis

Sabtu, 24 Mei 2025 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kai Daop 6 Yogyakarta terus menunjukkan komitmen terhadap pembangunan sosial dan pelestarian lingkungan melalui distribusi dana tanggung jawab sosial dan lingkungan yang konsisten (TJSL). Hingga Mei 2025, total dana TJSL yang telah didistribusikan mencapai Rp319.945.695,00.

Distribusi dana ini adalah bukti yang jelas bahwa Kai tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga perawatan dan aktif berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di sekitar area operasionalnya.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

KAI DAOP 6 Manajer Hubungan Masyarakat Yogyakarta, Feni Novida Saragih menjelaskan bahwa distribusi TJSL dilakukan dengan pendekatan yang berkelanjutan dan inklusif, memprioritaskan kolaborasi antara Kai dan pemangku kepentingan, terutama masyarakat di sekitarnya. Program ini dirancang tidak hanya sebagai bantuan jangka pendek, tetapi sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membantu menciptakan komunitas yang kuat dan lingkungan yang berkelanjutan.

Dana yang telah didistribusikan oleh Kai Daop 6 hingga Mei 2025 dibagi menjadi beberapa sektor prioritas, dengan detail berikut:

1. Bantuan untuk Pendidikan: RP126.932.269

2. Bantuan untuk Pelestarian Lingkungan: RP32.950.000

3. Bantuan untuk Peningkatan Nutrisi: IDR 10.000.000

4. Bantuan untuk Peningkatan Infrastruktur Ibadah: RP24.989.394

5. Bantuan untuk Panti Asuhan: IDR 15.074.031

6. Bantuan untuk Pengurangan Kemiskinan: Rp.110.000.000

Sementara itu, berdasarkan area distribusi, total dana Rp319.945.695 telah didistribusikan di dua area kerja utama DAOP 6 Yogyakarta sebagai berikut:

1. Wilayah Jawa Tengah: IDR 184.450.000

2. Wilayah Khusus Yogyakarta: RP. 135.495.695

Feni menambahkan bahwa dalam implementasi setiap program TJSL, Kai Daop 6 membuat pemetaan kebutuhan masyarakat secara langsung sehingga bantuan yang diberikan benar -benar tepat sasaran. Selain itu, perusahaan juga membuka ruang untuk keterlibatan komunitas lokal dalam tahap perencanaan dan evaluasi kegiatan untuk menciptakan rasa kepemilikan dan keberlanjutan setiap program yang dijalankan.

Sebagai bagian dari perusahaan yang dimiliki negara (BUMM), Kai memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk terus berkontribusi pada kemajuan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, di masa depan Kai Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk memperluas ruang lingkup program TJSL, memperkuat kemitraan lintas sektoral, dan mengembangkan inisiatif yang lebih inovatif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Melalui langkah ini, Kai Daop 6 berharap untuk terus hadir sebagai agen pengembangan yang membawa manfaat, memperkuat nilai -nilai sosial perusahaan, dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) di Indonesia,” simpul Feni.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB