PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning menolak keras gagasan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden kedua RI Soeharto.

Rebekah menilai rekam jejak Soeharto yang terlibat pelanggaran HAM berat menjadi alasan kuat penolakannya.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa hebatnya Soeharto sebagai pahlawan? Dia hanya bisa memancing atau membunuh jutaan rakyat Indonesia, kata Rebekah kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan pada Selasa, 28 Oktober 2025.

Menurutnya, sebelum ada pelurusan sejarah atas peristiwa kelam di era Orde Baru, wacana pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto justru mencederai nilai kemanusiaan dan reformasi.

“Sudah cukup pelanggar HAM, membunuh jutaan orang. Belum ada sejarah yang diluruskan, dan tidak perlu dijadikan pahlawan nasional,” ujarnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebelumnya menyerahkan daftar 40 nama tokoh yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga Ketua Dewan Gelar, Jasa dan Kehormatan (GTK) di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat, Selasa 21 Oktober 2025.

Dari 40 nama tersebut, yang diusulkan Menteri Sosial sebagai pahlawan nasional adalah Soeharto.

Foto: Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning (depan) di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Selasa 28 Oktober 2025. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Jaringan RakyatPos

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
RakyatPos.id menetapkan kerja sama strategis dengan 10 platform media internasional untuk memperluas distribusi konten

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB