Limapuluh Kota, RakyatPos.id -Partner atau kontraktor yang menerapkan jalan Payakumbuh-Lintau (Payakumbuh-Sitangkai) mulai memaksakan sistem penutupan jalan utama, ini dilakukan untuk memaksimalkan pekerjaan jalan dengan nilai kontrak RP. 12. 313.849.000 (dua belas miliar tiga ratus tiga belas juta delapan ratus empat puluh sembilan ribu) dengan waktu implementasi 180 hari kalender.
Perbaikan jalan ditargetkan untuk diselesaikan sesuai waktu, sehingga dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat atau pengendara yang lulus. Sampai sekarang menurut pelaksana, partainya belum mengalami hambatan dalam menyelesaikan proyek yang bersumber dari Dana APBN 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sistem pembukaan dan penutupan jalan Payakumbuh-Lintau akan dilakukan sampai kerusakan pada jalan yang rusak di sepanjang 1 km selesai.
“Ya, untuk saat ini kami telah mulai memaksakan pembukaan dan menutup jalan. Pekerjaan yang kami lakukan adalah lapisan drainase sebelum beton hitam. Untuk membuka penutupan jalan yang kami mulai sejak Rabu,” kata Ikhsan, pelaksana lapangan PT. Arpex Primadhamor, Jumat sore 16 Mei 2025 di lokasi Proyek Jalan Provinsi.
Dia lebih lanjut menjelaskan, untuk persentase pekerjaan sampai sekarang mencapai 6 persen. Buka dan tutup jalan yang diterapkan hingga saat ini tidak mengganggu aktivitas kendaraan yang lewat, karena penutupan hanya beberapa menit.
“Untuk penutupan jalan hanya beberapa menit, setelah itu para petugas kembali untuk membuka jalan. Saat membuka jalan, dua kendaraan roda (R2) masih bisa menyeberang seperti biasa,” katanya.
Sebelumnya dilaporkan, pemerintah provinsi Sumatra Barat melalui Departemen Bina Marga, Cipta Karya dan perencanaan tata ruang mulai membuat perbaikan pada jalan yang rusak yang dikeluhkan oleh banyak orang sejak beberapa tahun terakhir. Kerusakan jalan mulai dari distrik Luhak hingga distrik Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, bahkan beberapa kali tindakan “sindiran” dilakukan oleh masyarakat karena mereka mengakui bahwa mereka telah lelah karena jalan utama yang belum pernah diperbaiki.
Perbaikan mulai dilakukan sejak 19 Maret dengan panjang 1 km 300 meter, kontrak kerja akan berakhir pada 5 September. Perbaikan jalan dalam bentuk pengerasan beton. Menjelang asphalting, partainya telah dimulai dengan beberapa barang kerja, termasuk menutup lubang di berbagai titik.
Proyek dengan nama kegiatan implementasi jalan provinsi dan pekerjaan rehabilitasi jalan provinsi di paket Payakumbuh-Sitangkai BTS (hal.044) II diawasi oleh Pt. Teknik yang tepat sebagai konsultan Supersi.
Apresiasi pemerintah provinsi, tetapi tidak optimal
Sementara Dya (35), seorang penduduk Lareh Sago Halaban, Kabupaten Kota Limapuluh, yang sering melewati jalur atau jalan yang sedang diperbaiki, apresiasi tetapi menilai apa yang dilakukan pemerintah provinsi Sumatra Barat tidak optimal atau setengah hati.
Karena menurutnya, penderitaan masyarakat atau pengendara yang lewat sudah sangat lama, karena kerusakan jalan. Tidak hanya kehilangan materi, tetapi juga kehilangan nyawa atau cedera.
“Ketika datang ke penghargaan dan terima kasih, tentu saja, sebagai komunitas dan pengendara, kami berterima kasih kepada pemerintah provinsi Sumatra Barat. Tapi kami belum memaksimalkan peningkatan ini karena hanya 1 kilometer, sementara jalan yang rusak cukup panjang,” katanya.
Selanjutnya Dya menjelaskan, penderitaan masyarakat karena jalan yang rusak tidak hanya selama hujan lebat, tetapi selama musim panas.
“Ketika hujan, jalan yang berlubang akan dibanjiri. Sementara di musim panas jalannya berdebu. Selain memperbaiki jalan, yang paling penting adalah pembatasan pembawa truk kargo yang melewati jalan.” Tutupnya. (@dy)
—
RakyatPos Borneo










