PAYAKUMBUH – Walikota Payakumbuh Zulmaeta mengirim mayat seorang guru selama sekolah dasarnya, Hamdah (83), ke tempat peristirahatan terakhir di kota kelahirannya, Matua, Agam Regency, Kamis (05/16).
Almarhum Hamdah adalah guru kandang sendiri dan guru favorit Walikota Zulmaeta saat bersekolah di SD Negeri 5 Tarok, Distrik Payakumbuh Utara. Dia meninggal pada hari Rabu (15/15) malam di kediamannya di desa Kubu Gater, distrik Payakumbuh Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Walikota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan betapa hebatnya pengaruh guru dalam perjalanan hidupnya dan harapan terakhir yang disampaikan oleh almarhum selama perayaan ulang tahunnya pada awal Mei.
“Sebagai seorang siswa, saya merasa berkewajiban untuk memenuhi permintaannya. Ini adalah bentuk rasa hormat saya kepada seorang guru yang telah memberikan banyak contoh dan membentuk kepribadian saya sejak kecil,” katanya.
Zulmaeta mengatakan kepada saya bahwa dalam pertemuan terakhir, almarhum meminta dia mengenakan pakaian resmi upacara besar (PDUB), karena dia ingin melihat murid -muridnya muncul sebagai walikota secara resmi, bahkan jika hanya secara singkat.
“Pada waktu itu saya benar -benar mengenakan pakaian biasa dengan jeans, karena acara itu adalah keluarga. Tapi begitu dia menyampaikan keinginan itu, saya segera mengganti pakaian saya dan mengenakan pdub. Itu adalah permintaan khusus darinya, dan saya ingin membuatnya bahagia,” katanya.
Zulmaeta mengakui bahwa dia tidak berpikir bahwa itu adalah permintaan terakhir guru untuknya.
“Akan sangat menyesal jika pada saat itu saya tidak mengabulkannya,” katanya.
Dia juga ingat masa kecilnya dengan almarhum. Guru itu, kata Zulmaeta, pernah mendorongnya untuk bercita -cita menjadi dokter.
“Ketika saya lulus dari sekolah, dia pernah menyarankan agar saya bercita -cita untuk menjadi dokter. Alhamdulillah, doanya diberikan oleh Allah SWT,” katanya.
Kepergian guru akan meninggalkan kesan mendalam. Dia mengklaim tidak berpikir bahwa pertemuan mereka pada awal Mei adalah momen terakhir bersama.
“Saya tidak pernah membayangkan bahwa itu adalah pertemuan terakhir saya dengan seorang guru yang begitu bermakna dalam hidup saya,” katanya.
Selama prosesi pemakaman, Walikota Zulmaeta menyatakan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Tuhan bersedia, dia adalah Husnul Khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di hadapan Allah Swt atas nama pribadi saya, keluarga besar saya, dan pemerintah kota Payakumbuh, saya menyampaikan kesedihan terdalam atas kematian Ny. Hamdah,” katanya.
Dia mengatakan Hamdah bukan hanya seorang guru untuknya tetapi juga simbol pelayanan, ketulusan, dan cinta seorang pendidik sejati.
“Banyak hal dalam hidup saya tidak akan dicapai tanpa peran dan doa mereka. Saya percaya, apa yang dia wariskan adalah melalui pengetahuan dan kasih sayangnya akan terus hidup pada murid -muridnya. Mudah -mudahan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” katanya.
RakyatPos Borneo










