Mendukung Asta Cita Prabowo, Payakumbuh membagikan bantuan RTLH untuk 73 keluarga

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH – Komitmen untuk mewujudkan tempat tinggal yang layak bagi orang -orang yang berpenghasilan rendah terus didorong sejalan dengan arah pembangunan nasional di Presiden Asta Cita Prabowo.

Di mana, menurut target nasional untuk membangun 3 juta rumah sebagai bagian dari visi pembangunan yang menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk tempat tinggal yang layak dan sehat.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bentuk dukungan untuk agenda, pemerintah kota Payakumbuh membagikan bantuan untuk stimulan perbaikan rumah yang tidak dapat dihuni (RTLH) kepada 73 keluarga yang tersebar di lima distrik.

Dan setiap rumah menerima bantuan RP. 30 juta bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

“Program ini adalah bagian dari kontribusi regional dalam keberhasilan Asta Cita Presiden, terutama pembangunan 3 juta rumah untuk rakyat,” kata kepala Area Perumahan Umum dan Pemukiman Kota Payakumbuh (PKP), MARTA MINANDA, selama Sosialisasi Program di Barat Provinsi Barat Sumatra dan Pelatihan Kesehatan Hewan, Rabu 5/14/20).

“Kami ingin memastikan bahwa program nasional ini benar -benar menyentuh yang paling membutuhkan masyarakat,” katanya.

Menurut Marta, bantuan ini adalah stimulan, sehingga partisipasi masyarakat melalui self -help sangat diharapkan. Partisipasi dapat dalam bentuk tenaga kerja, bahan bangunan, untuk dukungan logistik lainnya.

“Ini bukan masalah membangun dinding dan atap. Ini tentang membangun kehidupan yang lebih sehat, lebih layak dan lebih manusiawi,” katanya.

Dia menegaskan, dana bantuan tidak boleh digunakan untuk tujuan lain. Kantor PKP akan melakukan pengawasan yang ketat dan siap menghentikan bantuan jika penyimpangan ditemukan.

Sejumlah penerima program juga diprioritaskan dari keluarga yang berisiko terkendali. Dengan demikian, program ini tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur, tetapi juga menjadi intervensi pada masalah kesehatan anak -anak dan kualitas hidup keluarga miskin.

Untuk memastikan implementasi yang transparan, pemerintah daerah melibatkan fasilitator lapangan (TFL) yang akan membantu setiap kelompok penerima.

TFL ditugaskan untuk memberikan arahan teknis, mengawasi proses pengembangan, untuk memastikan akuntabilitas akhir.

Selain itu, kepala perumahan Murdifin, menjelaskan bahwa bantuan ini menjadi perantara untuk membentuk budaya kerja sama timbal balik di masyarakat.

“Melalui skema kelompok penerima bantuan (KPB), penduduk diundang untuk bekerja sama. Tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan transparansi,” katanya.

Dia berharap bahwa program ini dapat memberikan kontribusi nyata untuk mengurangi bintik -bintik kumuh dan membawa perubahan konkret dalam kualitas hidup rakyat.

“Melalui program ini, kualitas perumahan komunitas Payakumbuh terus meningkat, bintik -bintik kumuh berkurang, dan keluarga yang telah tinggal di tempat yang tidak dapat merasakan kehidupan yang lebih sehat,” pungkasnya. (merah)

Editor: Rachmail Gucci

Sumber Berita: Kantor PKP

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB