Bandung, 24 April 2025 – Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan modern. Dari sistem rekomendasi konten hingga fitur otomatisasi kerja, AI mendorong akselerasi di berbagai jalur industri dan kegiatan sehari -hari. Perubahan ini membutuhkan keberadaan generasi yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi kreatif berbasis AI.
Sebagai bagian dari komitmennya di bidang teknologi kreatif, Binus @bandung mengadakan roadshow Studium Generale dengan tema “The Next AI Generation”, menghadirkan pembicara dari Microsoft Indonesia dan Greatnusa. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh siswa Binus (Binusian), tetapi juga oleh siswa sekolah menengah dan siswa dari berbagai universitas di Bandung, yang antusias memperluas wawasan mereka tentang peran AI di dunia saat ini dan masa depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini adalah bagian dari program besar Elevile Indonesia sebagai hasil dari kolaborasi Universitas Binus dengan Microsoft dan Greatnusa. Program ini menargetkan 100.000 peserta dari berbagai kelompok untuk mendapatkan pelatihan AI gratis, sambil memperkuat literasi digital nasional dan mencetak generasi inovatif dan adaptif di Indonesia.
“Sebagai kampus yang berfokus pada teknologi kreatif, Binus @bandung memainkan peran penting dalam mencetak bakat yang tidak hanya menguasai AI, tetapi juga dapat memprosesnya menjadi pekerjaan, solusi, dan inovasi,” kata Dr. Johan Muliadi Kerta, S.Kom., MM sebagai direktur kampus Binus @bandung.
Melalui sesi presentasi dan diskusi, peserta diundang untuk memahami bagaimana teknologi seperti Microsoft Copilot yang tertanam dalam Word, Excel, PowerPoint, dan tim dapat memperkuat kolaborasi manusia dan mesin dalam pekerjaan dan pembelajaran.
“AI tidak hanya tentang kecanggihan teknologi, tetapi tentang bagaimana kita menggunakannya untuk memberdayakan setiap orang yang memulai dari siswa ke profesional-sehingga mereka dapat berinovasi secara etis, kreatif, dan bertanggung jawab. Melalui sebelas orang Indonesia ini, kita mengambil langkah konkret untuk membuka akses nasional yang paling tidak dapat diandalkan dalam bahasa miken yang dapat menjadi mikro yang dapat diandalkan di AI,” AREON-ARIEFS PERADIAN INDONESI AREAFO MICONO DIREADO PENGETAHUAN AIFOOF AREON AREON AREON AREONSOOF AREONSOOF AREONSOOF KOPAI PEROKONA AREON AREONO AREON AREONO AREONSOOF PERAWATAN AREONOSOOF DIADE PLAY DI AIF ERA, “
Robby Susanto sebagai produk VP dan kemitraan Greatnusa juga menekankan bahwa akses ke literasi AI harus didistribusikan secara merata, tidak hanya untuk lingkungan kampus. “Melalui platform Elevile dan Digital kami, kami ingin menjangkau lebih banyak orang baik anak -anak sekolah menengah, siswa, dan masyarakat umum sehingga mereka dapat diberdayakan dan bersaing di era digital.”
Universitas Binus terus menunjukkan kepemimpinannya sebagai lembaga yang tidak hanya berfokus pada akademisi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan di masa depan. Dengan pendekatan yang menggabungkan teknologi dan kreativitas, peristiwa ini mencerminkan visi Binus dalam mencetak talenta superior di era ekonomi digital, serta memperkuat kontribusinya terhadap emas Indonesia 2045.
Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id
—
RakyatPos Borneo










