Routerpost, Bengkulu –
Sebuah kapal pariwisata yang membawa penumpang dari Pulau Tikus ke daratan Bengkulu dilaporkan telah tenggelam pada hari Minggu (11/5/2025) sekitar 16:28 Waktu Barat Indonesia.
Peristiwa itu terjadi di laut di lepas pantai Malabro karena cuaca buruk yang ditandai oleh angin kencang dan ombak besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Otoritas Polisi, kapal itu rusak oleh sistem mesin karena paparan gelombang besar di dekat gerbang area pelabuhan memancing Malabro.
Dengan demikian, kapal miring dan tenggelam sebelum akhirnya mendaki ke darat.
Sampai sekarang, perekaman data penumpang telah dilakukan oleh polisi Bengulu dan layanan sosial kota Bengulu di konter Three -Men, tempat yang berfungsi sebagai pos sementara untuk menangani korban.
Menurut data awal, total 34 orang telah dipindahkan dari situs bencana ke fasilitas rumah sakit, seperti yang terlihat dalam daftar di bawah ini:
Rumah Sakit Bhayangkara di Bengkulu mendapat 19 pasien:
14 orang dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU).
5 orang dilaporkan telah meninggal
Rumah Sakit Umum Regional Kota Bengkulu (RSUD) menerima 15 pasien:
13 orang peduli di luar rumah
2 orang meninggal
“Saati, personel kami tetap di lokasi untuk membantu dalam proses evakuasi dan mencatat jumlah penumpang,” jelas IPTU Endang Sudrajat, kepala hubungan masyarakat polisi Bengkulu.
Evakuasi masih dalam proses karena jumlah penumpang di kapal pada saat kecelakaan belum diketahui dengan pasti. Petugas gabungan, bersama dengan tim pencarian dan penyelamatan, terus bekerja untuk menemukan dan memindahkan semua orang yang terkena dampak.
Informasi tambahan akan diberikan setelah proses pengakuan dan perekaman selesai.
Pernyataan Penolakan: Informasi yang diperoleh pada 20.00 WIB mungkin masih dapat berubah.
Seseorang terbunuh tanpa diidentifikasi sebagai warga negara
Sebuah perahu yang membawa wisatawan dari Pulau Tikus, Bengkulu, tenggelam karena kondisi cuaca ekstrem pada hari Minggu (11/5/2025) malam.
Peristiwa ini mengakibatkan kematian lima orang, tetapi sejumlah besar penumpang lain berhasil dibantu.
Salah satu dari mereka yang meninggal adalah Nesya Joza Amanda (26), seorang penduduk desa Talu Ulu, Distrik Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong.
Nesya dikenal sebagai putri Syafril Johan, yang berperan sebagai sekretaris Kantor Keamanan Pangan Rejang Lebong (DKP).
Pada saat kejadian, Nesya menghabiskan waktu liburan di pulau Tikus dengan sepupunya. Ironisnya, ia juga salah satu korban yang meninggal karena bencana, meskipun sepupunya berhasil bertahan hidup.
Kelompok keluarga telah memberi tahu The News tentang kesedihan. Surya, saudara laki -laki Syafril Johan, menyatakan bahwa mayat Nesya telah dipindahkan dari Bengkulu dan saat ini sedang dalam perjalanan ke kurikulum tubuh di Curup.
“Ya, itu benar, saat ini kami masih dalam perjalanan, akan mengutuk,” kata Surya kepada wartawan.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, kapal wisata tenggelam di perairan Malabro saat dalam perjalanan kembali dari Pulau Tikus ke daratan. Di tengah lautan, kapal dipukuli oleh gelombang tinggi bersama dengan angin kencang, menyebabkan mesin menyerang dan akhirnya kapal berputar.
Kondisi di kapal telah dipenuhi dengan ketakutan. Sejumlah besar penumpang jatuh ke laut dan diseret oleh ombak. Untungnya, para nelayan bersama penduduk pesisir yang menyaksikan insiden itu segera mengambil langkah -langkah untuk berpartisipasi dalam operasi penyelamatan mereka.
Mayoritas pelancong diselamatkan, meskipun beberapa dari mereka ditemukan dalam keadaan kelemahan dan menderita trauma parah.
RakyatPos Borneo










