Merayakan 15 tahun, Program Studi Film Universitas Binus memegang roadshow kreatif di Makassar

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dunia film Indonesia terus berkembang seiring dengan meningkatnya semangat generasi muda untuk bekerja. Dalam peringatan 15 tahun perjalanan, Program Studi Film Universitas Binus menyajikan serangkaian acara khusus berjudul Film Binus Roadshow di Makassar, sebagai bentuk persahabatan, penghargaan, serta kontribusi nyata bagi komunitas film, seni, budaya, mahasiswa, jurnalis seni dan budaya, dan komunitas yang lebih luas.

Acara yang berlangsung selama dua hari, 2-3 Mei 2025, di Komunitas Pembelajaran Binus, Pusat Pusat Indonesia (CPI) Makassar, membawa semangat berbagi pengetahuan, inspirasi, dan karya kreatif. Melalui pendekatan akademik dan praktis, kegiatan ini diharapkan untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan film dan komunitas kreatif di berbagai wilayah di Indonesia.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagikan pengetahuan dan karya melalui film dan lokakarya

Selama dua hari pengorganisasian, Program Studi Film Universitas Binus mengadakan berbagai kegiatan menarik. Di antaranya adalah pemutaran film oleh siswa film Binus yang menampilkan dua kategori: film horor dan kompilasi karya siswa terbaik. Pemutaran ini bukan hanya tempat untuk menghargai karya kreatif siswa, tetapi juga ruang diskusi yang memperkaya perspektif peserta tentang sinematografi muda Indonesia.

Tidak hanya itu, ada juga lokakarya penulisan naskah Tema “Logline & Show Don't Tell” dan ada lokakarya kritik film untuk media, yang disampaikan oleh Ekky Imjaya, Ph.D., dosen dan praktisi film terkenal dari Binus University. Melalui sesi ini, para peserta diundang untuk memahami teknik menulis cerita film yang kuat, serta bagaimana mengkritik film secara konstruktif dan komunikatif – keterampilan penting dalam dunia film modern.

Lokakarya ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung, mulai dari cara membangun struktur cerita yang efektif, hingga cara menilai film dari berbagai sudut pandang artistik dan teknis. Diharapkan bahwa peserta tidak hanya memahami teorinya, tetapi juga dapat menerapkannya dalam pekerjaan mereka sendiri.

Buka ruang kolaborasi untuk generasi muda

Program Studi Film Universitas Binus memahami pentingnya membangun kolaborasi lintas -regional dan memperluas jaringan kreatif. Kehadiran acara ini di Makassar adalah manifestasi nyata dari komitmen Binus untuk mendekat ke komunitas kreatif di Indonesia timur, sambil memperluas jangkauan pendidikan dan inspirasi di bidang film.

Melalui roadshow ini, Universitas Binus berharap dapat memperkuat ekosistem pendidikan film nasional, menginspirasi lebih banyak pembuat film muda, dan berkontribusi pada pertumbuhan industri film Indonesia yang semakin dinamis dan inklusif. Seluruh rangkaian kegiatan gratis dan terbuka untuk umum, sebagai bentuk dedikasi Universitas Binus dalam mendukung pengembangan talenta muda nasional.

Program Studi Film Universitas Binus telah membuktikan komitmennya selama 15 tahun terakhir untuk melahirkan pembuat film Berbakat yang tidak hanya dapat diandalkan secara teknis, tetapi juga adaptif, inovatif, dan kritis. Perjalanan ini akan berlanjut dengan antusias Membina dan memberdayakan masyarakatMencetak generasi baru pencipta film yang membawa Indonesia ke panggung dunia.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB