Pengalaman Budaya Populer Jepang Magang Mahasiswa Universitas Binus sebagai Penerjemah Profesional: Bukti Kesiapan Menghadapi Dunia Industri “

- Jurnalis

Minggu, 4 Mei 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuliah adalah penentu masa depan, di mana siswa tidak hanya diharuskan belajar secara akademis, tetapi juga mengasah keterampilan praktis dan membangun pengalaman nyata. Binus University menjawab kebutuhan ini melalui Program Pengayaan, sebuah program yang memberikan peluang bagi siswa untuk langsung pergi ke dunia profesional di mana salah satunya adalah melalui program magang.

Memiliki kesempatan untuk berkarir sejak awal

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Irene Dharmawan, seorang mahasiswa dari Program Budaya Populer Jepang (JPC) Universitas Binus, saat ini sedang menjalani program magang di sebuah perusahaan, yaitu J Trust Bank. Irene secara aktif menerapkan keterampilan bahasa Jepang yang ia pelajari di perguruan tinggi ke dunia pekerjaan nyata.

Sejak duduk di sekolah menengah, Irene memiliki minat pada budaya Jepang. Minat membawanya untuk mengikuti berbagai ekstrakurikularitas ekstrakurikuler Jepang, sampai akhirnya meyakinkannya untuk memilih budaya populer Jepang, Universitas Binus sebagai pilihan untuk mengembangkan potensinya.

Pengalaman magang

Selama program magang, Iren memainkan peran aktif sebagai penerjemah baik secara tertulis maupun secara lisan untuk dokumen seperti email, surat penawaran, dan permintaan dalam konteks bisnis. Dia menyebutkan bahwa tanggung jawab itu sangat membantunya meningkatkan keterampilan bahasa Jepang profesional.

Dia juga menghargai lingkungan kerja yang mendukung proses pembelajaran

Para senior di tempat magang saya sangat terbuka dan ramah, jadi saya bisa bertanya dengan bebas apakah ada sesuatu yang tidak saya mengerti“Dia menambahkan.

Penerapan Pembelajaran Budaya Populer Jepang, Universitas Binus

Menurut Irene, belajar di budaya populer Jepang, Universitas Binus sangat menjawab kebutuhan industri, terutama melalui kelas Sougou (percakapan) dan Bunpou (tata bahasa) yang mendorong siswa untuk secara aktif berbicara dalam bahasa Jepang dan memahami tingkat kesopanan dalam komunikasi. Subjek seperti Bijinu di mana- juga memberikan ketentuan penting mengenai etika dan budaya kerja profesional Jepang.

Pesan untuk kandidat Binusia

“Jepang memang cukup sulit, jadi selain suka, Anda harus rajin belajar juga. Dasar -dasar seperti Hiragana dan Katakana seharusnya dipelajari dari sekarang karena sangat membantu. Jika ada peluang, bergabunglah dalam ekstrakurikuler Jepang dari Binus sehingga Anda dapat mengenal dosen dan suasana belajar.”

Kisah Irene adalah bukti yang jelas bahwa program budaya populer Jepang, Universitas Binus tidak hanya menawarkan pengetahuan akademik, tetapi juga memberi siswa keterampilan praktis yang diperlukan di dunia kerja profesional.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB