Suasana penuh kehangatan dan semangat Paskah dirasakan di auditorium Wayang, Menara Gama, Jumat malam (25/4), di Konser Paskah 2025: Perayaan dalam Song and Spirit, yang ditawarkan oleh kedutaan India bekerja sama dengan musisi india.
Konser ini menampilkan paduan suara dan alat musik Dawai yang membawa karya -karya sakral, termasuk potongan -potongan legendaris Handel's Mesias dan Paskah Himne penuh harapan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Kepala Misi India (DCM), Bijay Selvaraj, dalam sambutannya, menceritakan bagaimana konser ini dimulai dengan ide sederhana membawa lagu-lagu Natal, yang berkembang menjadi konser Paskah skala penuh.
Dia juga menjelaskan sekilas sejarah Mesias Handel, karya George Frideeric Handel yang pertama kali dipentaskan di Dublin pada tahun 1742, serta makna mendalam di balik setiap bagian dari karya yang menggambarkan kelahiran, kematian, dan kebangkitan Kristus.
Konduktor Yasashi I Evelyn memimpin pertunjukan yang dibuka dengan lagu “Christ Arose,” diikuti oleh paduan suara yang luar biasa seperti “Bagi kita, seorang anak lahir,” “O Engkau yang memberi tahu barang -barang paling baik kepada Sion,” dan puncak dengan “Hallelujah” yang menggemakan kuat di auditorium.
Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, dalam sambutannya juga menyatakan kebanggaannya atas kerja keras tim. “Saya harus mengakui, bekerja di kedutaan itu terganggu karena dua rekan saya sibuk berlatih,” canda tawa itu. “Tapi malam ini adalah bukti bahwa pengorbanan itu sepadan. Musik menyatukan kita semua malam ini.”
Konser ini diakhiri dengan dua lagu nyanyian pujian yang populer, “karena dia hidup” dan “Goodness of God,” yang membangkitkan rasa terima kasih dan harapan.
Malam itu, musik menjadi jembatan persahabatan lintas negara dan budaya, serta memperkuat makna sebenarnya dari Paskah, kebangkitan dan harapan baru.
Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id
—
RakyatPos Borneo










