Reinterpretasi Budaya Indonesia di Hong Kong oleh Tim Fashion Program Fashion Binus University

- Jurnalis

Selasa, 29 April 2025 - 08:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah tim mahasiswa dari Program Mode Universitas Binus mengambil bagian dalam acara HKTDC Fashion Instyle 2025 internasional yang diadakan pada hari Selasa, 29 April 2025 di 16:45 waktu Hong Kong, di Hong Kong Convention & Exhibition Center, Wan Chai. Pada kesempatan ini, para siswa menampilkan koleksi berjudul “Kembali Tradisi,” sebuah karya yang menggabungkan unsur -unsur budaya Indonesia dengan pendekatan desain modern.

Sebanyak empat koleksi disajikan dalam pameran ini, yang masing -masing membawa kisah budaya dari dua wilayah Indonesia: tiga koleksi terinspirasi oleh budaya Sumba dan satu koleksi dari wilayah Danau Toba. Setiap karya tidak hanya menampilkan keunikan tekstil dan simbol tradisional, tetapi juga menggambarkan visi siswa dalam meningkatkan budaya lokal ke dalam ranah mode kontemporer.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu koleksi yang mencuri perhatian adalah “contrarium” dari merek Leom, oleh Alifa Muthmainnah dan Michelle Leonardi. Koleksi ini mewakili kekuatan spiritual dan kekayaan alami Sumba melalui detail ornamen halus, siluet lembut, dan simbol tradisional seperti Mamuli dan Sumba Horse. Palet putih murni adalah simbol ekspresi spiritual yang mendalam.

Kemudian, merek Shazel yang dibuat oleh Shanelle Callista dan Anzelda Adriana Soesilo juga mempresentasikan koleksi tema budaya lokal yang terinspirasi oleh Mamuli dan tarian ningguharama tradisional. Kombinasi elemen rumbai tali dan dinamis modern memberikan kesan kuat tentang bagaimana warisan budaya dapat hadir lagi dengan cara modern yang memiliki karakter.

Dua merek lain, Maesya & Faeyza dan Yondioriori, juga membawa interpretasi unik tentang kekayaan budaya Sumba dan Batak. Setiap desain mencerminkan antusiasme siswa untuk menyuarakan identitas budaya melalui media mode progresif dan kreatif.

Partisipasi Program Mode Universitas Binus dalam HKTDC Fashion InStyle 2025 adalah langkah strategis untuk membuka cakrawala siswa untuk industri mode internasional. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi siswa untuk mempresentasikan pekerjaan mereka secara langsung kepada pembeli global, media internasional, dan audiens lokal di Hong Kong.

Partisipasi ini adalah bukti komitmen Universitas Binus dalam mendukung pengembangan siswa sebagai perancang muda yang tangguh dan kompetitif, serta meningkatkan budaya Indonesia di mata dunia.

Antusiasme dan kebanggaan juga disampaikan oleh para peserta yang berpartisipasi. Shanelle Callista, seorang desainer merek Shazel, mengatakan bahwa acara ini adalah pengalaman yang sangat berharga. “Saya dapat memperkenalkan pekerjaan saya kepada audiens internasional dan terhubung dengan pemain industri dari berbagai negara. Kesempatan ini juga merupakan motivasi besar bagi saya untuk terus mengeksplorasi kreativitas dan memperkuat identitas desain saya sebagai perancang muda dari Indonesia,” katanya.

Alifa Muthmainnah dari Leom menambahkan, “Bagi saya, dapat berpartisipasi dalam acara ini tidak hanya terbatas untuk menampilkan hasil ide dan kreasi, tetapi peluang emas untuk memperkenalkan kualitas kreatif muda Indonesia dan budayanya yang harapan dapat dipromosikan ke adegan yang lebih luas, terutama di pasar Asia.”

“Saya merasa terdorong untuk membuat karya yang tidak hanya mencerminkan identitas pribadi, tetapi juga untuk menafsirkan kembali budaya lokal menjadi desain kontemporer yang saya anggap sebagai kekuatan terbesar di dunia mode.”

Kehadiran Universitas Binus dalam acara HKTDC sejalan dengan visi dan misi Universitas Binus untuk membina dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan kelas dunia. Siswa didorong untuk menjadi agen perubahan dalam industri fashion sambil terus memprioritaskan nilai -nilai budaya dan keragaman.

Program Binus Fashion berharap bahwa industri mode Indonesia terus tumbuh menjadi lebih inklusif, inovatif, dan relevan secara global tanpa kehilangan akar budaya lokal. Selain mendorong kelahiran desainer yang memiliki identitas yang kuat, program ini juga ingin menumbuhkan kolaborasi lintas -ladang dan mendukung praktik mode yang berkelanjutan dan sadar lingkungan.

Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional seperti HKTDC Fashion InStyle 2025, Binus University menunjukkan komitmennya untuk mencetak kreatif, kompeten, dan juga siap membawa Indonesia ke panggung mode dunia.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB