Akuisisi nilai kontrak baru PTPP dalam kuartal 1 tahun kinerja 2025

- Jurnalis

Selasa, 22 April 2025 - 09:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, April 17, 2025 – PT PP (Persero) Tbk as one of the construction and investment state -owned companies in Indonesia (“PTPP”) until the 1st quarter of 2025 succeeded in recording a new contract value of Rp6,275 trillion, this acquisition increased by 32% Tahun-tahun (YoY) atau dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Di target, akuisisi nilai kontrak baru PTPP hingga Maret 2025 berhasil melebihi 151%dari mereka yang ditargetkan pada kuartal ke -1 2025, dan telah mencapai 21%dari akhir target 2025. Akuisisi kontrak baru tertinggi, yaitu di sektor pelabuhan sebesar 37,2%, bangunan 32,9%, jalan dan jembatan sebesar 22,6%, bendungan 4,3%, irigasi 2,8%, dan minyak dan gas sebesar 0,3%.

Pencapaian kontrak baru yang dicapai oleh PTPP pada Maret 2025 termasuk proyek tersebut Akses priok timur baru (NPEA) Bagian II senilai RP2.33 triliun dan Pusat Keuangan Mandiri Pik Project senilai Rp 878,3 miliar.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Perusahaan PTPP, Joko Raharjo mengatakan bahwa ada proyek dengan nilai kontrak jumbo yang berhasil diperoleh oleh PTPP pada akhir kuartal ke -1 2025 sehingga ada peningkatan yang signifikan dalam pencapaian nilai kontrak baru dari Nilai 2 Februari 2025. “Pada bulan Maret 2025, PTPP mendapat salah satu proyek Port yang memiliki Nilai Port yang memiliki Nilai Port yang memiliki Nilai Port yang memiliki Numbo. 2025, kata Joko.

-SELESAI-

Tentang Pt PP (Persero) TBK

PT PP (Persero) Tbk (Issuer Code: PTPP) is one of the leading construction companies and in Indonesia which was established in 1953. At present, PTPP has 7 (seven) integrated business lines ranging from upstream, middlestream to downstream, which includes: energy, property, infrastructure, construction services, engineering, procurement and construction (epc) and precast. PTPP memiliki catatan yang solid dan memenangkan penghargaan untuk proyek konstruksi pelabuhan, pembangkit listrik, bandara, bendungan, dan bangunan di Indonesia. PTPP adalah pelopor untuk konsep bangunan hijau ramah lingkungan di Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional untuk pekerjaannya. PTPP mencatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada 2015, PTPP mencatat saham anak perusahaan PT PP Properti TBK (Kode Penerbit: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan di masa depan, PTPP memperluas di sektor energi dan infrastruktur pada tahun 2016. Pada tahun 2017, anak perusahaan terlibat sebagai kontraktor berdasarkan PT PT Precision TBK (Kode Penerbit: PPRE) ke Lantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepaskan 23% saham kepada publik. Untuk menghadapi era industri 4.0, PTPP melakukan strategi operasional keunggulan dengan menerapkan sistem informasi yang andal, yaitu ERP sebagai sistem perusahaan utama yang didukung oleh berbagai aplikasi dukungan operasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan ke depan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi dan menjadi perusahaan dan keunggulan yang unggul.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB