Binus @alam Sutera siap mencetak talenta berkualitas untuk berkarir di industri bisnis kreatif

- Jurnalis

Kamis, 17 April 2025 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, 10 April 2025 – Industri bisnis kreatif adalah salah satu sektor pertumbuhan tercepat di Indonesia dan di dunia. Sektor ini mencakup berbagai bidang seperti desain komunikasi visual, animasi, mode, film, media digital, untuk teknologi kreatif. Namun, di balik besarnya peluang, ada tantangan nyata: kesenjangan antara kebutuhan industri dan bakat kreatif yang siap bekerja dan ketersediaan lulusan yang relevan.

Banyak perusahaan kreatif sekarang mencari individu yang tidak hanya kreatif dalam ide, tetapi juga dapat berpikir secara strategis, teknologi utama, dan memahami dinamika pasar global. Di sinilah peran lembaga pendidikan tinggi menjadi sangat penting dalam mempersiapkan Superior Human Resources (HR) sesuai dengan kebutuhan industri.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bentuk komitmen untuk menjawab tantangan, Binus @alam Sutera memperkuat perannya sebagai inkubator bakat kreatif masa depan untuk menjawab kebutuhan industri bisnis kreatif yang berkembang. Dalam acara pertemuan media yang diadakan pada 10 April 2025 di Binus @alam Sutera Fashion Lab, Prof. Dr. Lim Sanny, St, MM, sebagai direktur kampus, mengatakan bahwa Binus @alam Sutera hadir sebagai kampus yang berfokus pada pengembangan bisnis kreatif Talenta yang mampu bersaing secara global.

“Menjawab tantangan ekonomi yang tidak stabil, melemahkan daya pembelian orang, dan meningkatkan pengangguran di sektor manufaktur, kami menyajikan solusi pendidikan inovatif yang terintegrasi dengan dunia industri. Salah satu keuntungan kami adalah program pendidikan yang memungkinkan siswa untuk lulus dan siap untuk memiliki karir hanya dalam 2,5 tahun,” jelas Prof. Dr. Lim Sanny.

Keuntungan ini direalisasikan melalui berbagai program akademik dan non-akademik yang terintegrasi, seperti program pengayaan yang memberikan pengalaman langsung di dunia kerja sebelum lulus, program kecil yang memperkaya kompetensi lintas lapangan antara bisnis, komunikasi, dan teknologi, serta program mobilitas yang membuka peluang siswa untuk belajar lintas kampus dan memperluas pengabutan global. Didukung oleh lebih dari 2.200 mitra industri dan jaringan alumni yang luas, siswa Binus memiliki akses yang bagus untuk memulai karir lebih awal dan relevan dengan kebutuhan industri.

Tidak hanya dalam hal kurikulum, Binus @alam Sutera juga menyediakan berbagai fasilitas modern yang mendorong siswa untuk terus berinovasi dan mengeksplorasi secara praktis. Siswa dapat mengembangkan kreativitas dan keahlian mereka melalui berbagai laboratorium tematik seperti laboratorium mode, laboratorium film, laboratorium teknologi makanan, dan laboratorium interdisipliner lainnya yang terintegrasi dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan kebutuhan industri. Lingkungan kampus yang kreatif dan kolaboratif ini mendukung proses inkubasi ide untuk menjadi pekerjaan nyata yang siap dipasarkan atau diterapkan secara profesional.

“Industri kreatif membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga memiliki pemahaman silang -disiplin dan pengalaman lapangan. Pendekatan yang kami tawarkan adalah jawaban atas kebutuhan tersebut,” tambah Prof. Dr. Lim Sanny.

Alumni dan mahasiswa Binus @alam Sutera juga berbagi pengalaman mereka yang membuktikan bahwa sistem pembelajaran binus mampu mempercepat karier dan meningkatkan kesiapan profesional, bahkan karena mereka masih kuliah. Juniarto Tjondronegoro, Kepala Departemen Pengembangan Bisnis dan Proses di salah satu perusahaan Grup Astra, alumni dari Program Manajemen Bisnis Internasional, mengatakan, “Binus @alam Sutera memberikan pengalaman belajar yang membentuk saya untuk menjadi orang yang gesit dan siap menghadapi tantangan industri.

Sementara itu, Maysha Jhuan, seorang siswa aktif dari departemen sistem informasi yang juga dikenal sebagai penyanyi profesional, berbagi pengalamannya dalam menyeimbangkan dunia akademik dan karier di industri kreatif. “Sebagai seorang siswa yang juga aktif di dunia musik, saya merasa sangat terbantu oleh fleksibilitas dan dukungan Binus @alam Sutera. Kurikulum memungkinkan saya untuk tetap fokus pada mengejar karier tanpa harus mengorbankan pendidikan. Di sini, saya belajar tidak hanya teori, tetapi juga cara berpikir strategis dan beradaptasi dengan cepat dalam industri dinamis.”

Tidak kalah menginspirasi, Gyandev Timothy Pandori, Business Creation Binus @alam Sutera Siswa serta pendiri & CEO PT. Perampokan hortikultura Indonesia, menunjukkan bagaimana kampus mendorong kelahiran pengusaha muda yang siap menciptakan inovasi sejak dini. “Di Binus @alam Sutera, saya mendapatkan ekosistem yang sangat mendukung pengembangan ide -ide bisnis. Mulai dari pembelajaran praktis, koneksi ke mentor industri, ke fleksibilitas akademik yang memungkinkan saya membangun perusahaan sejak kuliah. Semua ini memberi saya dasar yang kuat untuk mengembangkan DHI dan berkontribusi langsung ke industri kreatif.”

Dengan semangat #MulailuaAwal untuk siap berkarir, Binus @alam Sutera berkomitmen untuk mencetak kaum muda yang siap menjadi pemimpin perubahan di era industri kreatif dan digital. Universitas Binus percaya bahwa pendidikan harus terus berinovasi agar tetap relevan dengan zaman.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id.

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB