Limapuluh Kota – A legal practitioner in Luak Limo Puluah (Payakumbuh-Lima Kota, Red), Dr. Yossi Danti, SH.MH asked law enforcement officials, both the Prosecutor’s Office and the Police Corruption Unit, in order to examine what was conveyed by the Regent of Limapuluh Kota, Safni, related to the street lights in Limapuluh Kota which reached Rp6 billion per year.
“Harapan kami adalah apa yang dikatakan Bupati Safni dalam sebuah pidato ketika ulang tahun Limapuluh Kota baru -baru ini terkait dengan masalah lampu jalanan termasuk anggaran Rp6 miliar per tahun, untuk diperiksa sehingga jelas dan tidak melebar di mana -mana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tingkat Yossi Danti, Bupati Limapuluh Kota menyampaikan masalah ini di depan anggota DPRD, Kejari, Kepala Polisi Payakumbuh dan Kepala Polisi Limapuluh Kota, seolah -olah ada masalah yang dianggap aneh terkait dengan penggunaan lampu jalan di Limapuluh Kota.
“Semoga pesan ini ditangkap oleh penegak hukum,” kata Yossi Danti.
Yossi, yang juga Bundo Kandung Luak Limopuluah, meminta Bupati Safni untuk memanggil pihak -pihak terkait seperti PLN atau OPD yang terlibat dengan lampu jalan, terutama mengenai data sistem pembayaran dan titik di mana 9000 lampu jalan berada. Dengan demikian itu tidak menyebabkan kecurigaan di tengah -tengah masyarakat.
“Kami meminta keseriusan Bupati untuk mengungkapkan apa yang disampaikan. Jadi masalahnya jelas. Termasuk titik -titik di mana lampu jalan telah mencapai 9000 poin dan sistem pembayaran. Ini penting agar publik tahu, karena sejauh ini banyak orang dikeluhkan terkait dengan lampu jalan,” katanya.
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Bupati Limapuluh Kota, Safni, dalam pidatonya di peringatan ke -184 Kabupaten Limapuluh Kota di Limapuluh Kota DPRD, tersinggung dan terkejut dengan jumlah anggaran yang harus dibayar oleh pemerintah daerah untuk lampu jalan yang mencapai RP6 miliar per tahun.
The message delivered by the Regent was not only before the Limapuluh Kota DPRD member, but also before the Payakumbuh Kejari, Slamet Haryanto, Payakumbuh Police Chief AKBP Rick Ricardo, Lima Puluh Police Chief AKBP Syaiful Wachid, Forkopimda, community leaders, governors, and invitations present at the 184th anniversary of the 184th Cities in Limapuluh Kota Dprd Building.
Kata Bupati, Salama Safari Ramadhan Lalu, ia menerima banyak masukan dari masyarakat termasuk yang dikeluhkan terkait dengan pencahayaan jalanan. Untuk menjawab keluhan, bupati bergerak cepat untuk meminta penjelasan dari PLN.
“Saya beberapa hari yang lalu, menelepon PLN dan bertanya tentang pencahayaan jalanan mengenai pencahayaan jalanan dan dikirim oleh PLN ada 9 ribu lampu jalan, dan saya bertanya berapa anggaran Rp6 miliar per tahun dibayar untuk PLN 5000 bola yang memiliki kilometer hanya Rp. 80 juta per bulan. Dan 4000 bola non -kilometer membayar lebih dari RP400 juta, bagaimana 4.000 non -kilometer membayar lebih dari RP400 juta, bagaimana 4.000 jutaan.
Bupati mengatakan dia tidak menyebutkan atau menuduh siapa pun. Tapi dia meminta OPD untuk belajar, jika ada yang salah, tolong perbaiki. “Ketika saya meminta peraturan, dan saya membacanya seperti itu, apakah PLN salah, atau saya adalah bacaan yang salah, kami akan memeriksa ini lagi, tetapi saya tidak menuduh siapa pun,” kata Safni, ketika ditanya oleh wartawan setelah pleno. (@dy)
RakyatPos Borneo










