Maxy Academy hadir dalam diskusi strategis AI Indonesia -Slowakia: Mendorong Kolaborasi Inklusif & Etis di Tingkat Global

- Jurnalis

Jumat, 30 Mei 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 24 Mei 2025 – Maxy Academy mengambil bagian dalam forum diskusi strategis antara Indonesia dan Slovakia yang diadakan di Jakarta sebagai bagian dari kunjungan resmi delegasi AI Slowak. Kegiatan ini adalah tempat untuk diplomasi teknologi lintas negara yang bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam tata kelola (AI) global (AI) global, etis, dan orientasi manusia.

Dipimpin oleh Dito Eka Cahya (Kepala Aiot Lab Brin, Wakil Ketua Forum AI Indonesia, dan Teknologi CTO Sagara), forum ini menyatukan tokoh-tokoh penting dari berbagai sektor-termasuk pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat. Maxy Academy diwakili oleh Shonia Galuh Ajeng (VP Strategic Partnerships), sebagai satu -satunya lembaga pendidikan startup yang hadir mewakili suara talenta muda dan sektor kreatif dalam ekosistem AI Indonesia.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami percaya bahwa pendidikan adalah gerbang awal menuju pemerintahan AI yang sehat dan adil. Kehadiran Maxy Academy di forum ini mewakili suara generasi muda dan inisiatif akar rumput yang tumbuh di Indonesia,” kata Shonia Galuh Ajeng.

Dalam sebuah diskusi dengan Tn. Juraj čorba (co -chair GPAI dari OECD) dan Mr. Viktor Smolár (Kepala Urusan Luar Negeri dan Protokol, Kementerian Investasi Slovakia), membahas berbagai topik penting seperti penyatuan definisi AI global, pendekatan yang berbasis manusia.

Isaac Munandar, CEO & salah satu pendiri Maxy Academy, mengatakan bahwa partisipasi dalam forum ini adalah bagian dari visi jangka panjang Maxy dalam membentuk masa depan AI yang mendukung bakat lokal dan prinsip keberlanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa pengembangan AI tidak hanya didorong oleh teknologi, tetapi juga oleh nilai -nilai kemanusiaan dan kolaborasi. Bakat muda Indonesia harus memiliki ruang dan dukungan untuk menjadi pemain aktif, tidak hanya pengguna pasif,” kata Isaac.

“Dengan membangun ekosistem pendidikan yang berfokus pada inklusi, praktik langsung, dan koneksi global, kami yakin bahwa Indonesia dapat menjadi pusat inovasi AI yang berpengaruh di tingkat Asia dan bahkan dunia,” tambahnya.

Diskusi ini menjadi bagian dari seri berikutnya untuk GPAI (Global Partnership on AI) Forum di Bratislava, Slovakia, pada akhir 2025. Melalui keterlibatan ini, Maxy Academy memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam membangun etika, terbuka, dan berdasarkan penguatan kapasitas manusia di wilayah global global global.

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB