Yayasan Kehati Open ESG Award Registrasi 2025 oleh Kehati

- Jurnalis

Jumat, 9 Mei 2025 - 05:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

The Kehati Foundation kembali mengadakan penghargaan ESG 2025 oleh Kehati. Pendaftaran acara tahunan bergengsi ini dibuka hingga 1 Juni 2025 pukul 24.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Penghargaan akan diberikan kepada aktor keuangan di Indonesia yang telah berhasil menerapkan praktik Lingkungan, sosial, dan pemerintahan (ESG) Terbaik menurut Kehati.

Direktur Eksekutif Yayasan Kehati Riki Frindos berharap bahwa lebih banyak pendaftar di organisasi tahun ini. “Penghargaan ESG 2025 oleh Kehati adalah bentuk apresiasi serta legitimasi praktik berkelanjutan yang dilakukan oleh aktor keuangan di Indonesia,” katanya.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak implementasinya pada tahun 2023, ESG Award oleh Kehati telah berhasil diikuti oleh sekitar

73 perusahaan, dan menghadiahkan penghargaan ESG oleh Kehati kepada 14 pemenang yang memiliki nilai ESG terbaik setiap tahun.

Berbeda dengan tahun lalu hanya ada 3 sektor penghargaan, tahun ini, Kehati Foundation akan memberikan penghargaan kepada 4 sektor utama yaitu sektor pasar modal (kategori penerbit terbaik, kategori investor terbaik), kategori investasi dampak (kategori pengusaha dampak terbaik.

Untuk menilai para peserta, Kehati membuat para hakim yang sudah memiliki kompetensi, integritas, dan angka dalam industri ini, yaitu Dewan Pengawas Investasi Indonesia (INA) Darwin Cyril Nohadi sebagai ketua dan direktur eksekutif Yayasan Kehati Riki Frindos sebagai perwakilan dan didukung oleh lima anggota.

Lima anggota Juri Penghargaan ESG, yaitu, Komisaris Independen Pt. Verdhana Sekuritas Indonesia Demetrius Ari Pitoyo, Independent Commissioner of PT Danareksa (Persero) and PT Trimegah Asset Management Commissioner Ariani Vidya Sofjan, Neutura Commissioner Edwin Syahruzad, Prasetiya Mulya University lecturer who is also the Capital Market Practitioner Agus Salim, as well as co-founder and CEO Score Technology, Newiawan.

Riki menambahkan bahwa pengembangan investasi berbasis ESG semakin cepat dan memiliki kinerja yang lebih baik daripada kinerja pasar. Selain memiliki manajemen risiko, investasi berbasis energi, dan energi yang lebih baik memberikan banyak peluang dari faktor ESG yang dilakukan. Di Indonesia, tren ESG telah meningkat secara dramatis. Pada akhir 2024, total dana yang dikelola dengan tema ESG mencapai 9 triliun rupiah.

Pada tahap pemilihan dan penilaian, setelah menerima semua file pendaftaran, para juri akan melakukan pemilihan administrasi dan zat, proses penilaian di setiap kategori, dan melanjutkan ke tahap sesi pleno. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada akhir Juli 2025.

Pada penghargaan tahun lalu, Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) menamai 14 penghargaan untuk 13 perusahaan dari tiga sektor utama sebagai pemenang penghargaan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) 2023 oleh Kehati yang diadakan di Jakarta, Kamis 30 Juli 2024.

Selain memberikan penghargaan kepada para aktor keuangan yang telah mempraktikkan nilai -nilai ESG, kegiatan ini diharapkan dapat mempromosikan dan mendorong pengembangan ESG dalam semua aspek modal dan pasar keuangan di Indonesia.

Indeks saham berbasis ESG

Sejak 2009, Kehati bekerja sama dengan IDX telah meluncurkan Indeks Saham Investasi Berkelanjutan dan Bertanggung Jawab (SRI) yang berisi 25 saham dengan nilai ESG terbaik dan sampai sekarang telah menjadi referensi untuk investasi berbasis ESG di pasar modal negara itu.

Setelah Sri-Kehati, pada 20 Desember 2021, Bei dan Kehati merilis dua indeks baru yaitu pemimpin sektor ESG IDX Kehati yang berisi saham dengan likuiditas yang baik dan kinerja ESG di atas sektor rata-rata, dan kualitas ESG 45 IDX Kehati, yang berisi 45 saham terbaik dalam hal kinerja ESG dan kualitas keuangan perusahaan.

Selain itu, untuk mendorong peningkatan adopsi dan implementasi investasi dampak di Pasar Modal Indonesia, Yayasan Kehati memelopori dana dampak yang memiliki fokus utama pada aspek lingkungan (Dampak Lingkungan). Ini sedang mempertimbangkan bahwa saat ini tidak ada dana dampak dominan dengan fokus pada masalah perubahan iklim dan keanekaragaman hayati di Indonesia dan Asia Tenggara.

Tentang yayasan

Dibentuk pada 12 Januari 1994, Yayasan Kehati bertujuan untuk mengumpulkan dan mengelola sumber daya yang kemudian didistribusikan dalam bentuk dana hibah, fasilitasi, konsultasi dan berbagai fasilitas lainnya untuk mendukung berbagai program untuk pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan penggunaannya secara adil dan berkelanjutan. Beberapa tokoh di balik pembentukan Yayasan Kehati meliputi, Emil Salim, Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, Ms Kismadi, dan Nono Anwar Makarim.

Selama lebih dari dua dekade, Yayasan Kehati telah bekerja dengan lebih dari 1.500 lembaga lokal yang tersebar dari Aceh ke Papua, serta mengelola dana hibah lebih dari US $ 200 juta. Dana tersebut berasal dari donor multilateral dan bilateral, sektor swasta, filantrofis, dana kerumunan, dan dana abadi.

Ada 6 pilar pendekatan program yang dikelola oleh Kehati, yaitu ekosistem kehutanan, pertanian, urusan maritim, iklim dan perubahan melingkar, investasi berkelanjutan dan pejuang keanekaragaman hayati. Selain itu, Yayasan Kehati juga mengelola program khusus termasuk aksi konservasi hutan tropis (TFCA) Sumatra dan Kalimantan, Blue Abadi Dana (BAF), dana Ananta, Solusi untuk Pengelolaan Lahan dan Laut Terpadu di Indonesia (Solusi Hutan Hutan Hutan dan Hutan Hutan Tropis dan hutan tropis.

Yayasan Kehati adalah pelopor investasi ESG di pasar modal Indonesia. Bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, Kehati mengembangkan indeks saham berbasis ESG, yaitu: Indeks Saham Sri-Kehati, Kualitas ESG 45 IDX Kehati, dan Pemimpin Sektor ESG IDX Kehati. Yayasan Kehati juga aktif dalam mempromosikan investasi dampak, memfasilitasi pengusaha dampak, serta menginvestasikan dan membesarkan investor untuk mendukung upaya perintis untuk memiliki dampak lingkungan dan sosial.

Penglihatan

Sifat berkelanjutan bagi manusia sekarang dan masa depan anak -anak negara

www.kehati.or.id ig @yayaskehati fb yayasan ketati x @kehati

TT @yayaskehati.Official

Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB