WSBP mencatat pendapatan bisnis WSBP di TW I 2025 mencapai RP394,71 miliar

- Jurnalis

Selasa, 6 Mei 2025 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 30 April 2025 – PT Waskita Beton Pracast TBK (kode stok: WSBP) mencatat kinerja positif pada TW I/2025 dengan memposting pendapatan operasional RP394,71 miliar. Angka ini mencerminkan penguatan kinerja operasional yang didorong oleh kontribusi sejumlah proyek strategis.

Kinerja WSBP pada periode ini juga mencatat laba kotor RP77,11 miliar, menghasilkan margin laba kotor (GPM) sebesar 19,5%. Prestasi ini didukung oleh bagian dari segmen beton pracetak dari segmen yang mendominasi atau 51,2%diikuti oleh beton readymix sebesar 25,2%, serta layanan konstruksi 23,6%.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

WSBP terus dipercaya dalam memasok produk beton pracetak dan beton readymix pada berbagai proyek strategis, termasuk Proyek Trans Sumatra Toll Road (JTTS) Betung (Simpang Sekayu) -Temino-Jambi Bagian 2B, proyek ekstensi-ekstensi-tzu Chi.

“Kami tetap konsisten dalam mempertahankan efisiensi di lini bisnis setiap perusahaan. Upaya efisiensi ini bukan hanya strategi jangka pendek, tetapi bagian dari transformasi komprehensif dalam menjaga kesehatan perusahaan sehingga dapat terus menjadi kompetitif,” kata Fandy Dewanto, kepala Divisi Sekretaris Perusahaan WSBP.

Efisiensi terbukti dalam pengurangan biaya penjualan sebesar 29,7% per tahun (YOY) serta biaya umum dan administrasi (BUA) yang turun 10,5% yoy. Langkah -langkah efisiensi ini juga berkontribusi positif terhadap peningkatan laba bersih perusahaan.

“Peningkatan ini juga merupakan bukti konsistensi manajemen dalam mempertahankan kinerja positif di setiap lini operasional. Kondisi keuangan yang lebih sehat diharapkan untuk memperkuat posisi WSBP dalam mendapatkan kepercayaan pasar dan memenangkan proyek baru, terutama strategis pada sektor infrastruktur nasional,” pungkasnya.

Untuk informasi, dalam periode ini WSBP juga mencatat total aset Rp3.42 triliun, dengan kewajiban RP5.02 triliun, dan kekurangan modal Rp1.61 triliun.

Melalui pencapaian yang telah dicapai dan target yang telah ditetapkan, WSBP menatap masa depan secara optimis untuk terus mendukung percepatan pengembangan infrastruktur nasional. Komitmen ini direalisasikan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko yang cermat, sehingga setiap langkah yang diambil selalu didasarkan pada prinsip hati -hati dan berorientasi pada keberlanjutan, untuk memberikan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan.

Tentang Pt Waskita Beton Pracast TBK

WSBP didirikan pada 7 Oktober 2014 sebagai salah satu anak perusahaan Pt Waskita Karya (Persero) TBK. Pada 20 September 2016, WSBP mencatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menjadi perusahaan publik. WSBP terus mengkonfirmasi posisinya sebagai salah satu perusahaan manufaktur beton pra-cetak terbesar di Indonesia melalui kontribusinya terhadap berbagai proyek infrastruktur di negara ini. Saat ini WSBP memiliki pabrik dan tanaman batching yang tersebar di seluruh Indonesia.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB