WSBP Learning Concrete Goes to School kembali, mengajar inovasi konkret ramah lingkungan kepada siswa rekayasa konstruksi SMKN 1 Jakarta

- Jurnalis

Selasa, 13 Mei 2025 - 03:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2025, PT Waskita Beton Pracast TBK (Kode Saham: WSBP) sekali lagi mengadakan program pendidikan untuk belajar Beton pergi ke sekolah (BBGS) sebagai bentuk komitmen untuk mendukung dunia pendidikan dengan memperluas pemahaman konstruksi dan manufaktur mahasiswa teknik. Melalui BBGS, WSBP berkontribusi aktif dalam membentuk kaum muda yang lebih memahami peran penting dari sektor konstruksi dan inovasi materi dalam pengembangan Indonesia.

Program BBGS kali ini diadakan di SMKN 1 Jakarta, Distrik Sawah Besar, Jakarta Tengah, yang memiliki jurusan konstruksi dan rekayasa perumahan serta desain pemodelan dan informasi bangunan. Dengan jurusan yang relevan, materi yang disajikan tepat sasaran dan memberikan nilai tambah praktis bagi siswa.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

“BBGS adalah bentuk kepedulian WSBP untuk pendidikan di Indonesia. Program ini adalah salah satu upaya WSBP dalam memperluas pemahaman dan minat jiwa -jiwa muda terhadap industri sambil meningkatkan kesiapan mereka dalam menangani perkembangan teknologi dan kebutuhan personel yang terampil di sektor konstruksi,” kata Fandy Dewanto, kepala Sekretaris Perusahaan WSBP.

Topik utama dalam BBGS kali ini adalah pendidikan tentang Fly Ash, yang merupakan limbah pembakaran batubara yang digunakan sebagai bahan tambahan dalam campuran beton. WSBP menekankan pentingnya fly ash sebagai solusi inovatif dan berkelanjutan dengan mengurangi sirkulasi limbah dan menggunakannya sebagai bahan sesuai dengan ketentuan, mengurangi ketergantungan pada bahan alami, serta untuk meningkatkan kualitas produk konkret.

Siswa SMKN 1 Jakarta mendapatkan briefing materi yang dibawa oleh salah satu orang WSBP yaitu Yudi Yudistira sebagai manajer Departemen Standardisasi & Pengembangan Produk. Bahan dalam sesi ini menyoroti penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri beton, termasuk standardisasi dan pemanfaatan limbah abu terbang sebagai bahan beton yang ramah lingkungan dalam proses produksi konkret.

Selain itu, penggunaan teknis fly ash dibahas secara lebih rinci oleh salah satu orang WSBP yaitu Fauzi Nugroho, manajer Departemen QSE, Teknik, & Inovasi Divisi Readymix & Quarry. Dijelaskan tentang fly ash yang dapat meningkatkan daya tahan beton sambil membantu mengurangi emisi karbon di sektor konstruksi. Sesi ini juga dilanjutkan dengan praktik tes slump test, yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk memahami konsistensi dan kualitas beton segar secara langsung.

Sebagai serangkaian kegiatan BBGS, WSBP juga menerapkan Program Tanggung Jawab Sosial Korporat (CSR) yang menginspirasi WSBP dengan menerapkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) No. 4, yaitu pendidikan berkualitas. WSBP menyerahkan bantuan alat praktis dalam bentuk 1 mesin Benderer Benderer yang ditempatkan di ruang lokakarya Gedung Kejuruan 1 Jakarta sebagai AIDS untuk menekuk besi atau baja (redbar) sesuai dengan kebutuhan belajar siswa konstruksi dan perumahan.

“Kami berharap bahwa alat yang kami sediakan dapat bermanfaat secara langsung bagi siswa dan mendukung kegiatan pembelajaran siswa secara optimal. Melalui ini pergi ke program pembelajaran konkret sekolah, kami berharap bahwa sinergi WSBP dengan sektor pendidikan terus mapan, sebagai langkah bersama dalam memproduksi masa muda yang unggul yang unggul, kompeten, dan siap untuk berkontribusi dalam perkembangan Indonesia di masa depan,” ia di masa depan, “

Melalui BBGS, WSBP menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan dan pentingnya keberlanjutan di sektor konstruksi, serta mendorong penggunaan bahan yang ramah lingkungan dalam industri konkret dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG). Program BBGS ini akan berlanjut dan menjadi bagian dari kontribusi WSBP yang sedang berlangsung dalam mendukung pendidikan dan memperkuat industri manufaktur beton di Indonesia. Inisiatif ini juga mencerminkan komitmen perusahaan terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik melalui program tanggung jawab sosial yang memiliki dampak langsung pada masyarakat.

Tentang Pt Waskita Beton Pracast TBK

WSBP didirikan pada 7 Oktober 2014 sebagai salah satu anak perusahaan Pt Waskita Karya (Persero) TBK. Pada 20 September 2016, WSBP mencatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan menjadi perusahaan publik. WSBP terus mengkonfirmasi posisinya sebagai salah satu perusahaan manufaktur beton pra-cetak terbesar di Indonesia melalui kontribusinya terhadap berbagai proyek infrastruktur di negara ini. Saat ini WSBP memiliki tanaman pracetak dan tanaman batching yang tersebar di seluruh Indonesia.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB