Tindakan Adelia adalah inspirasi untuk gerakan penanaman pohon

- Jurnalis

Senin, 26 Mei 2025 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah peningkatan ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan, kontribusi dari individu seperti Adelia Surya Kusumawardhani menunjukkan bahwa upaya untuk melestarikan alam dapat dimulai dari langkah -langkah kecil.

Melalui partisipasinya dalam program donasi pohon di Pindungihutan, Adelia menjadi bagian dari gerakan kolaboratif ke Green Indonesia sambil memberdayakan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adelia mengakui dilindungi sebagai platform yang memfasilitasi tindakan nyata dari penghijauan secara transparan dan bertanggung jawab. Niat awalnya sederhana: ingin berpartisipasi dalam melindungi bumi. Namun, semakin dia terlibat, semakin dia menyadari bahwa setiap pohon dia membantu Plant memiliki dampak ekologis dan sosial yang luas.

“Bahagia, penuh harapan,” jadi kesan yang dia sampaikan saat menceritakan pengalaman donasi.

Pohon -pohon yang ditanam melalui program ini tidak hanya paru -paru bumi, tetapi juga pelindung untuk daerah pesisir, penyimpanan air tanah, dukungan keanekaragaman hayati, dan peredam karbon dioksida.

Menurut FAO Research (2022), satu pohon dewasa dapat menyerap rata -rata 21 kg karbon dioksida per tahun. Jika satu individu seperti Adelia menyumbangkan 100 pohon, itu berarti ia membantu mengurangi sekitar 2,1 ton emisi CO2 setiap tahun.

Selain dampak lingkungan, program donasi pohon juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Petani dan masyarakat yang terlibat dalam proses penanaman dan pemeliharaan pohon mendapatkan pendapatan tambahan dan keterampilan baru di bidang konservasi.

Dengan demikian, kegiatan ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG), terutama dalam aspek pencegahan perubahan iklim (SDG 13) dan pengentasan kemiskinan (SDG 1).

Adelia adalah salah satu dari ribuan orang yang telah berkontribusi melalui dilindungi. Kisah ini menegaskan bahwa pelestarian lingkungan tidak hanya tugas lembaga atau negara, tetapi juga tanggung jawab kolektif yang dapat dimulai dari tindakan pribadi.

Dalam krisis iklim yang semakin nyata, setiap donasi pohon tidak hanya investasi ekologis, tetapi juga bentuk solidaritas antara manusia dan alam.

Di masa depan, gerakan seperti ini diharapkan untuk terus tumbuh dan menjadi bagian dari gaya hidup rakyat. Karena satu pohon yang ditanam, ada harapan yang tumbuh, untuk bumi, seumur hidup.

Tentang dilindungi

Protikihutan adalah start-up lingkungan yang berfokus pada tindakan konservasi hutan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar hutan. Sebanyak 1 juta pohon telah ditanam dengan lebih dari 590 merek dan perusahaan. Kami bekerja sama dengan penduduk setempat di 34 lokasi penanaman yang tersebar di Indonesia. Kami menyajikan beberapa program seperti Corporatree, Collaboratree dengan skema bundling produk, bundling layanan dan mitra proyek, serta program offset karbon.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB