Telkom Indonesia mengundang siswa untuk menciptakan solusi untuk berdampak pada acara National Student Excellence Challenge 2025

- Jurnalis

Rabu, 21 Mei 2025 - 23:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tantangan Indigo Siswa Indonesia untuk menciptakan solusi digital melalui National Student Excellence Challenge 2025

Di tengah -tengah kebutuhan pendidikan yang mendesak untuk membentuk generasi yang tidak hanya terampil dalam teknologi, tetapi juga mampu merancang solusi untuk tantangan nyata, literasi digital dan pemahaman sains adalah kunci utama dalam mempersiapkan siswa dan siswa untuk menghadapi masa depan yang semakin didominasi oleh teknologi. Seiring dengan perkembangan Intelek (AI) yang cepat, sektor pendidikan dihadapkan pada tantangan untuk beradaptasi dengan cepat dan strategis untuk mencetak bakat yang relevan dan siap menghadapi masa depan.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk menjawab kebutuhan ini, Telkom Indonesia melalui Program Indigo, mengadakan Tantangan Keunggulan Mahasiswa Nasional 2025. Acara ini adalah bagian dari seri AI Connect: memberdayakan generasi inovator berikutnya. Dihadiri oleh Hybrid di Indigohub Bandung, acara ini melibatkan 154 siswa dari berbagai tingkat pendidikan yang berkompetisi dalam dua kategori utama, yaitu Olimpiade Sains dan Festival Rencana Bisnis.

Della Yunia Hogiana, Kepala Pertumbuhan Pateron Indonesia, melihat acara ini sebagai forum ideal bagi generasi muda Indonesia untuk menampilkan ide -ide kreatif mereka. Menurut Della, acara ini memberikan kesempatan bagi kaum muda tidak hanya untuk belajar pitching dan sains Olympiad, tetapi juga untuk membangun keberanian dalam menguji ide -ide mereka di dunia nyata.

Patricia Eugene Gasperz, manajer senior Indigo, menjelaskan bahwa acara ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga upaya konkret untuk mempercepat inklusi digital sejak dini. “Melalui tantangan seperti ini, kami ingin membangun semangat inovasi di antara generasi muda, sehingga mereka bukan hanya pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi yang dapat memiliki dampak positif pada masyarakat,” kata Patricia.

Acara ini memberikan manfaat yang signifikan, baik untuk peserta maupun komunitas yang lebih luas. Melalui pendampingan langsung dan tantangan yang relevan dengan masalah nyata, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman kompetitif, tetapi juga diundang untuk mengembangkan solusi konkret untuk masalah besar seperti akses ke pendidikan, keamanan pangan, dan transformasi ekonomi lokal. Inisiatif ini membuka ruang untuk kelahiran ide -ide inovatif yang berpotensi memiliki dampak positif pada kemajuan masyarakat.

Dengan pendekatan kolaboratif yang memprioritaskan sinergi dari berbagai pihak, Indigo bertekad untuk mencetak talenta muda yang tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memiliki dampak luas. Program ini bertujuan untuk membawa Indonesia ke masa depan digital yang inklusif dan kompetitif, dengan memanfaatkan potensi generasi muda sebagai pendorong utama perubahan.

Tentang indigo

Indigo adalah program inkubasi dan akselerasi startup digital yang dimiliki oleh PT Telkom Indonesia (Persero) TBK yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem digital yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia. Melalui berbagai program pendukung, Indigo membantu startup digital mencapai potensi maksimal dan memperkuat daya saing mereka di pasar global.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB