Sebagai pelopor AI, Universitas Binus mendorong ekosistem kerja kreatif berbasis teknologi untuk kemajuan Indonesia

- Jurnalis

Senin, 12 Mei 2025 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah -tengah transformasi global digital dan perkembangan cepat kecerdasan buatan (AI) yang mengubah wajah industri dan dunia kerja, Indonesia membutuhkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya adaptif, tetapi juga visioner. Menjawab tantangan ini, Universitas Binus muncul sebagai pelopor dalam pengembangan program AI di Indonesia, mencetak kaum muda yang siap memimpin di era teknologi.

Sebagai perguruan tinggi kelas dunia yang telah bekerja selama hampir 45 tahun, Universitas Binus memiliki komitmen yang kuat untuk terus berkontribusi dalam mendidik kehidupan bangsa. Salah satunya adalah melalui penguatan program berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Di era AI ini, Binus tidak hanya ingin mencetak pengguna teknologi, tetapi juga mendorong kelahiran #Jadigenerasi, yaitu generasi muda yang mampu menguasai, mengelola, dan mengoptimalkan AI untuk kebaikan bersama, daripada dikuasai oleh teknologi itu sendiri.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjalanan adopsi AI di Universitas Binus sendiri telah dimulai sejak 2021, dengan fokus pada percepatan transformasi berbasis teknologi di berbagai lini. Teknologi AI digunakan untuk meningkatkan keakuratan perencanaan penerimaan siswa baru, mempercepat persiapan dokumen pendamping diploma (DPI) dengan bantuan generatif, dan mendukung pengambilan keputusan kelembagaan yang lebih tepat. Inisiatif ini menghasilkan efisiensi tinggi sambil memberikan nilai tambah bagi siswa dan industri.

Selain itu, integrasi AI terus diperluas ke berbagai aspek pembelajaran dan layanan. Antara lain, tutor AI yang membantu dosen memberikan umpan balik akademik pribadi, Beelingua untuk belajar bahasa asing interaktif berdasarkan gamifikasi dan pemeriksa tata bahasa AI, serta sistem rekomendasi literatur cerdas di perpustakaan digital. Semua ini adalah langkah konkret Binus dalam menciptakan pengalaman belajar yang adaptif dan relevan untuk generasi mendatang.

“Sebagai pelopor program AI di dunia pendidikan Indonesia, Universitas Binus percaya bahwa teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Kami terus mendorong siswa untuk bekerja, berinovasi, dan menjawab masalah negara dengan solusi berbasis AI,” kata Dr. Nelly, S.Kom., MM, sebagai perektor Universitas Binus.

Melalui karya-karya inovatif yang menggabungkan AI dengan elemen-elemen kreatif mulai dari sistem pembelajaran adaptif, animasi berbasis AI, hingga solusi teknologi untuk MSM Binus University menunjukkan bahwa pemuda Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pendorong kemajuan di era digital. Dengan kolaborasi lintas-sektoral, Universitas Binus akan terus membawa inisiatif superior untuk memperkuat Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem AI global, serta mewujudkan visi Indonesia Gold 2045.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB