Limapuluh Kota, RakyatPos.id– Dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya keselamatan lalu lintas, personel dari unit lalu lintas (Satlantas) dari 50 polisi kota melakukan kegiatan sosialisasi kepada siswa di SMA Negeri 1 Harau,
Jalan Raya Negara, Koto Tuo, Distrik Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, Kamis (8/5/2025)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres 50 IPTU City Zarwiko Irzal bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa tentang pentingnya lalu lintas yang tertib.
Usia produktif adalah 15 hingga 64 tahun, terutama usia sekolah yang mendominasi menjadi korban kecelakaan lalu lintas (Lakaltas) sejak beberapa tahun terakhir di wilayah ke -50 kantor polisi. Selain didominasi oleh manusia sebagai faktor utama yang menyebabkan kecelakaan, jalan dan juga faktor kendaraan juga menjadi penyebab.
Mereka atau anak -anak sekolah yang terlibat dalam banyak penyelundup juga umumnya tidak memiliki SIM (SIM), kendaraan yang tidak lengkap termasuk tidak mematuhi etika lalu lintas. Ini diungkapkan oleh Kasat Lantas Polres 50 City, IPTU. Zarwiko Irzal Saat memegang polisi pergi ke sekolah di Sman 1 Harau
“Ya, untuk kecelakaan lalu lintas (Lakaltas) yang telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir masih didominasi oleh usia produktif mereka, terutama usia sekolah,” kata IPTU. Zarwiko Irzal disertai oleh Kanit Gakkum/Laka, IPDA. Tommy.
Selanjutnya IPTU. Zarwiko menjelaskan, untuk kasus Lakaltas ada peningkatan sejak Februari dan Maret 2025, tetapi tidak berikutnya (April) menurun.
“Kasus Laka dari Februari dan Maret ada peningkatan untuk puluhan. 12 Februari kasus dan Maret naik menjadi 16 kasus Lakaltas. Itu terjadi banyak dari anak-anak kita di bawah umur, sekolah menengah sekitar 35 persen sebagian besar berusia 16-17 tahun,” tambahnya.
Kesalahan manusia atau manusia adalah penyebab utama kecelakaan itu.
“Kesalahan manusia, kendaraan yang dimodifikasi, balap ilegal, kurangnya ilmu keselamatan, jadi kami (Satlantas) melakukan polisi ini pergi ke kegiatan sekolah.” Dia menjelaskan.
Dalam kegiatan tersebut, Kasat Lantas secara spontan memberikan hadiah dalam bentuk helm kepada peserta sosialisasi yang dapat menjawab apa yang diusulkan terkait dengan keamanan, etika dan prosedur lalu lintas.
Saat PLT. Kepala Sma n 1 Harau, Defendi mengatakan partainya dihargai dan mendukung polisi pergi ke kegiatan sekolah yang dilakukan oleh unit lalu lintas polisi Kota ke -50. Dia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan informasi kepada siswa dan mengurangi jumlah lacalantas.
“Tentu saja kami menghargai dan mendukung polisi pergi ke kegiatan sekolah yang dipegang oleh Unit Lalu Lintas Polisi Kota ke -50 di Sma n 1 Harau. Semoga ini dapat berdampak positif pada ribuan siswa di sekolah ini,” katanya.
Defendi juga menambahkan, sebagai dukungan untuk mengantisipasi pedagang, sekolah juga meminta 50 kantor polisi kota melalui Satlantas untuk melakukan kendali atau penggerebekan di dekat sekolah.
“Kegiatan ini menambah pengetahuan, pengetahuan, dan mengingatkan aturan jalan raya, bukan kita yang punya, jalan raya adalah fasilitas publik
Butuh aturan. Kecelakaan sering karena mereka tidak mematuhi aturan. Kami meminta polisi di depan sekolah, kendaraan tidak lengkap tidak diizinkan masuk, dan kami harus menjadi helm. “Tutupnya.
Selain unit lalu lintas kepolisian 50 KOTA, dalam kegiatan tersebut juga menyediakan materi, Badan Transportasi Limapuluh Kota terkait dengan bahan keselamatan mengemudi untuk siswa (@dy)
—
RakyatPos Borneo










