Penggunaan kelaparan Israel sebagai senjata adalah kejahatan perang

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gaza, (pic)

Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal Badan Bantuan dan Kerja PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), menyatakan bahwa penggunaan makanan Israel dan bantuan kemanusiaan sebagai senjata dalam perangnya melawan Gaza adalah kejahatan perang yang jelas yang tidak boleh diabaikan.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Selasa, Lazzarini menekankan bahwa apa yang telah terjadi di Gaza selama sembilan bulan terakhir, dan terutama dalam beberapa minggu terakhir, adalah penggunaan makanan yang disengaja dan pasokan kemanusiaan untuk mencapai tujuan politik atau militer bagi warga sipil.

Dia menggarisbawahi bahwa tindakan seperti itu sama dengan kejahatan perang, dengan mengatakan:
“Pengadilan Internasional akan melakukan penilaian, tetapi apa yang kami saksikan di lapangan menegaskan penggunaan kekurangan yang tidak manusiawi ini.”

Lazzarini menggambarkan penderitaan orang -orang Palestina di Gaza sebagai tingkat yang tidak dituju, menambahkan: “Saya tidak dapat menemukan kata -kata untuk sepenuhnya menangkap kesengsaraan dan tragedi yang dialami oleh orang -orang. Kaporis menyebar. Orang -orang melelahkan, kelaparan.

Dia merujuk pada laporan internasional, termasuk Laporan Klasifikasi Keamanan Pangan Terpadu (IPC), yang mengkonfirmasi bahwa Gaza berada di ambang kelaparan. Seluruh populasi lebih dari dua juta orang -hampir setengah dari mereka anak -anak -kerentanan anak -anak dari kerentanan makanan yang parah, kelaparan karena blokade Israel yang sedang berlangsung.

Lazzarini meminta komunitas internasional untuk segera bertindak untuk memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, memperingatkan bahwa blokade berkelanjutan akan menyebabkan bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.



RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB