Pembantaian Al-Bureij adalah kejahatan perang keji yang ditambahkan ke catatan hitam Israel

- Jurnalis

Rabu, 7 Mei 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerakan Hamas menyatakan bahwa pembantaian di sekolah Abu Hemaisa di kamp pengungsi al-Bureij, yang melindungi orang-orang yang diabaikan, adalah kejahatan baru yang ditambahkan ke catatan hitam pekerjaan kriminal Zionis.

Dalam sebuah pernyataan yang diterima oleh Pusat Informasi Palestina pada hari Selasa, Hamas menekankan: “Tentara Musuh melakukan pembantaian ganas dengan pemboman sekolah-sekolah yang melindungi warga sipil yang terlantar di kamp al-Bureij, di Jalur Gaza Tengah, yang mengakibatkan beberapa korban masih cedera, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, dengan beberapa korban yang masih terjebak.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hamas menunjukkan bahwa penargetan yang disengaja dari warga sipil yang tak berdaya di tempat penampungan, di tengah -tengah kondisi manusia yang sangat mengerikan, menjelaskan penentuan pekerjaan untuk melakukan pembantaian kolektif sebagai bagian dari genosida sistematis bagi orang -orang kita di Gaza.

Gerakan itu menggambarkan insiden itu sebagai “pemandangan yang mengejutkan dan berdarah yang mencerminkan kebrutalan pekerjaan ini dan kecenderungan kriminalnya yang berkelanjutan bertujuan untuk mematahkan kehendak rakyat Palestina dan dipaksa untuk menggantikannya.”

Hamas meminta komunitas internasional, Perserikatan Bangsa -Bangsa – -, dan semua organisasi hak asasi manusia dan kemanusiaan untuk memecah keheningan mereka dan mengambil langkah -langkah mendesak dan efektif untuk menghentikan pembantaian, mengakhiri perang, membuka persimpangan, memungkinkan masuknya obat -obatan dan makanan, dan menyelamatkan apa yang tersisa dari kehidupan di jalur Gaza.



RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB