Mendukung tindakan konservasi, merek sekarang dapat memilih skema CSR dengan Protikihutan

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, 8 Mei 2025 – Di tengah meningkatnya tekanan lingkungan dan harapan konsumen akan keberlanjutan, merek sekarang didorong untuk tidak hanya menjual, tetapi juga berkontribusi.

Melalui Program Collaboratree, Protikihutan menyediakan cara bagi perusahaan untuk terlibat langsung dalam konservasi lingkungan melalui tiga skema kolaborasi, yaitu bundling produk, bundling layanan, dan mitra proyek.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bentuk kolaborasi ini memberikan fleksibilitas kepada perusahaan untuk memilih keterlibatan sesuai dengan lini bisnis mereka. Ini termasuk pilihan menggabungkan produk dengan aksi penanaman pohon, memasukkan kontribusi konservasi dalam layanan digital, atau membangun proyek jangka panjang di lokasi krisis iklim.

Hingga awal Mei 2025, Terunungihutan telah menanam lebih dari 1 juta pohon di 40+ lokasi dari pantai, hutan adat, ke taman nasional, dengan lebih dari 400 ton CO₂EQ secara kolektif diserap.

Salah satu merek lokal mengadopsi produk bundling dengan setiap produk yang dibeli mewakili pohon tertanam. Konsumen juga dapat melihat laporan digital tentang pengembangan pohon, mulai dari lokasi penanaman, spesies, hingga dampak karbon yang dihasilkan.

Sementara itu, perusahaan teknologi keuangan bekerja sama dengan dilindungi melalui layanan bundling, di mana setiap transaksi layanan tertentu mendanai kegiatan penghijauan di daerah yang mengalami abrasi parah.

Untuk perusahaan yang ingin memiliki dampak jangka panjang, skema mitra proyek adalah pilihan strategis. Dalam kolaborasi ini, perusahaan tidak hanya mendanai, tetapi juga merancang proyek konservasi berbasis komunitas dengan dilindungi, termasuk perencanaan lokasi, jenis vegetasi, dan keterlibatan petani lokal sebagai pendorong lapangan.

“Merek sekarang melihat keberlanjutan bukan hanya gambar, tetapi bagian dari sistem nilai. Kolaborasi membantu menjembatani niat baik dengan tindakan konkret di lapangan,” kata Miftachur “Ben” Robani, CEO Protikihutan.

Dampak dari program ini tidak hanya direkam secara ekologis, tetapi juga sosial. Data dari Protikihutan menunjukkan bahwa pendapatan petani lokal telah meningkat menjadi 23%, sementara lebih dari 120 pendorong lingkungan telah terlibat aktif di lokasi penanaman. Kolaborasi ini juga mendukung pencapaian 7 dari 17 Target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), termasuk pengentasan kemiskinan, pekerjaan yang layak, dan aksi iklim.

Aminul Ichsan, kepala Yayasan Protikihutan, menekankan pentingnya kolaborasi multi -upheart. “Ini bukan masalah menanam pohon dalam jumlah besar, tetapi tentang pertumbuhan ekosistem kolaborasi. Karena satu pihak tidak dapat mengubah segalanya, tetapi kolaborasi bisa.”

Dengan latar belakang lebih dari 600 mitra hijau yang telah bergabung, termasuk MSM, perusahaan multinasional, kampus, dan komunitas lokal, melindungi posisi yang memperkuat posisi konservasi kolaboratif berbasis teknologi, dengan prinsip keterbukaan, fleksibilitas, dan pemberdayaan masyarakat.

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB