Mendukung Pertumbuhan MSM di Yogyakarta, Kai Daop 6 Yogyakarta memenangkan TJSL Award dalam pemberian La Tofi Umkm Tourism and Culture 2025

- Jurnalis

Senin, 26 Mei 2025 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam acara bergengsi untuk pemberian pariwisata dan budaya La Tofi Umkm pada tahun 2025, Kai Daop 6 Yogyakarta menerima penghargaan untuk kategori Pariwisata Pengembangan UMKM untuk Program Pemberdayaan untuk Pariwisata MSME di Puncak Figure, Wilayah Khusus Yogyakarta

Kai Daop 6 Yogyakarta mengulangi komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Dalam acara bergengsi untuk pemberian pariwisata dan budaya La Tofi pada tahun 2025, Kai Daop 6 Yogyakarta menerima penghargaan untuk kategori Pariwisata Pengembangan UMKM untuk Program Pemberdayaan untuk Pariwisata MSME di Puncak Figure, Wilayah Khusus Yogyakarta. Penghargaan ini adalah bukti kontribusi Kai Daop 6 dalam mendukung ekosistem UMKM pariwisata di daerah wisata.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penghargaan ini diserahkan secara langsung oleh pendiri Sekolah Tanggung Jawab Sosial La Tofi, La Tofi, dalam sebuah upacara yang diadakan di Jakarta pada hari Rabu (5/21), sebagai bentuk apresiasi untuk lembaga dan perusahaan yang menunjukkan komitmen nyata dalam pengembangan sektor pariwisata dan budaya yang didasarkan pada pemberdayaan MSME.

Manajer Hubungan Masyarakat Kai Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih menyatakan terima kasih dan penghargaan atas penghargaan yang diterima.

“Penghargaan ini adalah bukti yang jelas bahwa sinergi antara dunia bisnis dan masyarakat dapat memiliki dampak positif. Melalui program TJSL, kami juga mencoba untuk membawa transportasi yang andal, tetapi juga membantu membangun ekosistem ekonomi lokal, terutama UKM di tujuan wisata seperti puncak angka,” katanya.

Puncak sosok itu, awalnya merupakan daerah berbukit biasa yang hanya dikenal oleh komunitas sekitarnya. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini telah menjadi tujuan wisata yang menawarkan pemandangan alam berbukit yang menawan, panggung musik alam terbuka, dan deretan MSM yang melayani kuliner lokal.

Transformasi tidak dapat dipisahkan dari peran aktif komunitas lokal yang kemudian diperkuat oleh dukungan Kai Daop 6 melalui program TJSL. Melalui pendekatan partisipatif, Kai Daop 6 juga menyertai penduduk dalam mempersiapkan rencana pengembangan regional untuk bantuan fisik seperti pembangunan fasilitas pendukung pariwisata.

TJSL Kai Daop 6 membantu mengembangkan tujuan wisata puncak yang dimulai pada 2019 dengan pembangunan 10 gazebo senilai Rp 100.000.000,- yang berfungsi sebagai tempat untuk beristirahat dan menikmati pemandangan untuk pengunjung. Selain itu, gazebo-gazebo juga merupakan ruang untuk interaksi sosial yang memperkuat atmosfer kebersamaan yang khas dari puncak gambar. Selain itu, Kai Daop 6 sekali lagi memberikan bantuan senilai Rp 100.000.000,- untuk pembangunan gedung VIP, yang berfungsi sebagai fasilitas perwakilan untuk tamu penting, kegiatan masyarakat, atau pertemuan skala kecil di daerah wisata.

Feni mengatakan bahwa program TJSL yang dilakukan oleh Kai melalui DAOP 6 Yogyakarta memberikan beberapa manfaat yang dapat dirasakan seperti meningkatkan fasilitas pariwisata, meningkatkan daya saing tujuan melalui pengembangan infrastruktur pendukung, mendorong ekonomi lokal, memperluas pekerjaan, dan meningkatkan kapasitas masyarakat.

“Dengan penghargaan ini, Kai Daop 6 semakin dianjurkan untuk terus mengembangkan program TJSL yang memiliki dampak langsung pada masyarakat. Di masa depan, Kai Daop 6 Yogyakarta akan terus memperluas jangkauan program TJSL, tidak hanya di sektor pariwisata, tetapi juga di bidang pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lainnya, untuk mendukung,” dalam rangkaian pariwisata.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB