Maharashtra Mandal Jakarta dan Gujarati Samaj Jakarta mengadakan festival Khau Galli, melayani selera makanan jalanan India di Jakarta

- Jurnalis

Senin, 5 Mei 2025 - 23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana aroma warna -warni dan menggoda memenuhi area rumah India, JL. Taman Suropati Menteng, ketika komunitas India di Jakarta mengadakan festival kuliner tahunan berjudul Khau Galli – Mumbai Street Food. Acara ini adalah hasil kolaborasi antara dua komunitas besar diaspora India, Maharashtra Mandal Jakarta dan Gujarati Samaj Jakarta, yang secara konsisten mengadakan perayaan budaya dan kuliner ini setiap tahun.

Festival yang juga dihadiri oleh Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty juga didukung oleh kedutaan India di Jakarta, Jnicc Jakarta, dan Inn-Unsi, dan terbuka untuk umum.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengambil nama istilah Hindi untuk “geng makanan jalanan”, Khau Galli menyajikan berbagai hidangan khas dari dua wilayah di India Barat: Maharashtra dan Gujarat. Semua hidangan dibuat buatan sendiri oleh anggota masyarakat, untuk mempertahankan keaslian rasa khas India yang jarang ditemukan di restoran komersial di Jakarta.

“Khau Galli berarti makanan jalanan. Yang kami sajikan di sini bukan hanya makanan, tetapi pengalaman dan rasanya yang otentik, dibuat di rumah, dan penuh dengan kenangan tanah air kami,” kata Sandip Shukla, seorang perwakilan dari Maharashtra Mandal Jakarta.

Suasana ramai, pengunjung beragam

Acara yang berlangsung dari pukul 16:00 hingga 21:00 WIB disambut oleh ratusan pengunjung dari berbagai latar belakang, mulai dari diaspora India di Jakarta dan daerah sekitarnya, pecinta budaya India setempat, hingga ekspatriat dari negara -negara lain. Suasana festival terasa hangat, penuh keintiman, dan merupakan tempat untuk bertemu dan interaksi budaya antar masyarakat.

Festival ini menampilkan 10 stan, yang terdiri dari 7 stan makanan, 1 stan minuman, dan 2 stan untuk anak -anak. Di festival, pengunjung diharuskan bertukar Rupiah menjadi kupon untuk melakukan transaksi di sekitar area festival.

“Sangat menyenangkan bisa mencicipi makanan secara langsung seperti Panipuri, Vadapav, dan Jalebi tanpa harus pergi ke India. Rasanya sangat otentik!” kata seorang pengunjung dari Jakarta yang hadir bersama teman -temannya.

Di area festival, pengunjung menikmati berbagai spesialisasi kuliner India seperti Panipuri (makanan ringan yang mengandung rempah -rempah), Vadapav (Burger Potato Typical Mumbai), Khaman (Kue Kukus Khas Gujarat), Jalebi (Sirup Goreng), Dabeli, misalnya pav, jalebi (mani goreng), Dabeli, misalnya pav, kawan)

Selain stan makanan dan minuman, ada juga dua stan permainan anak -anak yang dirancang dan dijalankan oleh anak -anak komunitas itu sendiri, memberikan pengalaman pendidikan dan hiburan bagi pengunjung keluarga.

Mempertahankan tradisi, merangkul komunitas

Festival ini diadakan setiap tahun di bulan Mei, bertepatan dengan Hari Negara Maharashtra (1 Mei). Meskipun tahun ini diadakan pada 4 Mei untuk menyesuaikan jadwal dan ketersediaan tempat, tetapi esensi perayaan dipertahankan. Implementasi Khau Galli bertujuan tidak hanya untuk hiburan atau komersial, tetapi lebih sebagai bentuk kontribusi budaya dan sosial dari komunitas India kepada orang -orang di Indonesia.

Khau Galli bukan hanya festival makanan, tetapi bentuk pelestarian yang nyata dan pengenalan budaya India kepada komunitas yang lebih luas. Tahun demi tahun, penyelenggara menyajikan menu dan konsep yang berbeda, sehingga mereka selalu segar dan relevan. Meskipun nirlaba, acara ini adalah titik pertemuan bagi masyarakat dan ruang berbagi yang bermakna.

“Tujuan utama kami bukan untuk mencari keuntungan, tetapi untuk mempertahankan semangat kebersamaan, memperkenalkan kekayaan kuliner India, dan menyediakan ruang bagi anak -anak untuk belajar dan terlibat,” Shukla menyimpulkan.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB