Kai Distributed RP8.1 miliar untuk pemberdayaan masyarakat: Dorong keberlanjutan dan kesejahteraan melalui TJSL

- Jurnalis

Rabu, 14 Mei 2025 - 18:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta API Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kegunaan yang nyata bagi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Selama Januari hingga April 2025, Kai telah mendistribusikan dana sebesar Rp8.146.190.013 (delapan miliar seratus empat puluh -enam juta seratus sembilan puluh ribu tiga belas rupiah) untuk berbagai inisiatif bisnis mikro, lingkungan, dan memberdayakan yang tersebar di berbagai bidang operasional perusahaan.

Kai EVP dari Sekretaris Korporat Raden Agus Dwinanto Budiadji menjelaskan bahwa TJSL Kai tidak hanya bagian dari tanggung jawab perusahaan, tetapi juga merupakan strategi yang berkelanjutan untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG), terutama dalam aspek sosial, ekonomi dan lingkungan.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jumlah Rp5.153.280.784 dari total dana digunakan untuk program pengembangan lingkungan, termasuk berbagai inisiatif superior seperti respons cepat Kai yang menghadiri situasi darurat bencana dan krisis sosial. Melalui program ini, Kai hadir sebagai garis depan dalam membantu masyarakat yang terkena dampak,” Agus menjelaskan.

Di sektor kesehatan, program Kai Sehat Sejahtera adalah salah satu ujung tombak Kai dalam meningkatkan akses ke layanan kesehatan, baik melalui perawatan gratis dengan klinik kereta api, pendidikan kesehatan, untuk mendukung fasilitas sanitasi di daerah terpencil.

Dukungan untuk pendidikan berkelanjutan juga dilakukan melalui Kai Edufriend, sebuah program bantuan dan penyediaan bantuan pendidikan untuk anak -anak di sekitar rel kereta api dan area target Kai. Ini juga menjawab SDG 4 (pendidikan berkualitas) secara konkret.

Kai juga aktif dalam meningkatkan kesadaran akan keselamatan perjalanan kereta api melalui Program Sosialisasi Keselamatan Perka dan kampanye anti -hinder/kekerasan terhadap perempuan di kereta, sejalan dengan upaya untuk menciptakan transportasi umum yang aman dan inklusif (SDG 5 dan 11).

“Lingkungan juga merupakan prioritas dengan kehadiran program Kai Go Green dan membersihkan lingkungan (BBL). Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penghijauan dan pengurangan emisi, tetapi juga pada pembentukan budaya ramah lingkungan di masyarakat dan orang -orang Kai,” tambah Agus.

Dalam aspek hubungan sosial, program Kai Dungmas dan Kai dirancang sebagai jembatan yang memperkuat hubungan antara Kai dan masyarakat di sekitar area operasional. Branding desa yang dipelihara telah menjadi bentuk konkret Kai dalam mendukung pengembangan berbasis potensial lokal.

“Tidak kalah pentingnya, dukungan untuk ekonomi masyarakat direalisasikan melalui distribusi program pendanaan usaha mikro dan kecil (PUMK) RP2.278.307.549. Inisiatif ini mencakup bantuan, pembiayaan, dan pembukaan akses pasar untuk Kai Umk,” kata Agus.

Di bawah payung program Mika (Mitra Kai), Kai mengembangkan berbagai subprogram seperti Mika Hasanah, Mika Next Class, Mika Go Global, Mika Creative Space, ke pameran Mika yang bertujuan untuk menginkubasi dan mengakses bisnis mikro ke kelas dunia.

“Melalui berbagai inisiatif TJSL, Kai ingin hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan transportasi, tetapi juga sebagai mitra pembangunan nasional. Kami percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat dicapai jika komunitas di sekitarnya tumbuh bersama kami,” kata Raden Agus.

Langkah -langkah ini menunjukkan konsistensi Kai dalam menerjemahkan SDG ke dalam praktik nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Mulai dari penguatan ekonomi lokal (SDG 8), pengurangan kesenjangan (SDG 10), menjadi kemitraan dalam pembangunan (SDG 17).

“Kai akan terus mendorong berbagai program TJSL yang adaptif, dampak, dan terukur. Di masa depan, Kai berkomitmen untuk menjadikan TJSL sebagai bagian integral dari strategi bisnis, yang tidak hanya mendorong profitabilitas, tetapi juga berkontribusi langsung pada pengembangan berkelanjutan Indonesia,” AGUS menyimpulkan.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB