Bri-Mi Inisiasi Pembentukan Dana Ketahanan Iklim Dinfra: Mendorong Akselerasi Pendanaan Strategis untuk Ketahanan Iklim Indonesia

- Jurnalis

Minggu, 11 Mei 2025 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT BRI Investment Management (BRI-MI) bersama-sama dengan Dana Pengembangan Modal PBB (UNCDF) dan Program Lingkungan PBB (UNEP) memprakarsai pembentukan Kontrak Investasi Investasi Investasi Dana Ketahanan Iklim (DINFRA-CRF), sebuah inisiatif pembiayaan inovatif yang bertujuan untuk mendukung proyek-proyek berkelanjutan dalam menangani perubahan klimsi di Indonesia. Pembentukan Dinfra-CRF sepenuhnya didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Direktur Presiden BRI-MI, Tina Meilina mengatakan bahwa DINFRA CRF diformulasikan untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan iklim dengan menarik investasi dari berbagai sumber, termasuk lembaga keuangan internasional, perusahaan asuransi, dana pensiun, modal ventura, dan lembaga filantropis lainnya.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Peluncuran DINFRA CRF adalah implementasi strategis dalam menyajikan instrumen investasi yang tidak hanya selaras dengan prioritas pembangunan saat ini, tetapi juga berkontribusi secara signifikan untuk memperkuat ketahanan iklim nasional untuk jangka panjang,” kata Tina Meilina.

Sebagai informasi tambahan, produk DINFRA CRF dirancang untuk mendukung proyek strategis yang mencakup Pembangkit Listrik Berkelanjutan, Ekosistem kendaraan listrik (Kendaraan listrik), Kredit karbonserta inisiatif konservasi seperti restorasi bakau dan lahan basah. Portofolio diversifikasi ini berkontribusi secara signifikan terhadap upaya Indonesia untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89% pada tahun 2030 dengan upayanya sendiri, sesuai dengan komitmen yang diatur dalam Kontribusi yang ditentukan secara nasional (NDC) Indonesia di bawah kerangka Perjanjian Paris.

“Dengan target mitigasi emisi 128 juta ton CO₂ hingga tahun 2030, DINFRA CRF diproyeksikan menjadi akselerator strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi hijau dan meningkatkan ketahanan iklim nasional Indonesia,” kata Tina Meilina.

“Selain itu, DINFRA CRF berkomitmen untuk memobilisasi investasi sektor swasta di ekosistem berkelanjutan dan lingkungan melalui diversifikasi instrumen investasi, termasuk Obligasi HijauPartisipasi modal dalam perusahaan tertutup juga Pembiayaan Hibrida. Pendekatan ini mengimplementasikan nilai -nilai lingkungan yang integratif dan tanggung jawab sosial untuk memperkuat mitigasi perubahan iklim dan mendorong percepatan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“DINFRA CRF adalah manifestasi lebih dari sekadar instrumen pembiayaan konvensional. Instrumen ini mewakili mekanisme kolaboratif strategis yang menghubungkan ekosistem investasi dengan dampak substantif pada tiga pilar utama – lingkungan, sosial, dan ekonomi nasional,” jelas Tina Meilina mengakhiri pernyataannya.

Melalui inisiatif strategis ini, BRI-MI memperkuat sinergi lintas-sektoral untuk mempercepat ekonomi hijau dan memperluas partisipasi sektor swasta dalam agenda mitigasi perubahan iklim nasional. DINFRA CRF diproyeksikan menjadi model referensi untuk instrumen pembiayaan mitigasi perubahan iklim yang berkelanjutan, baik dalam konteks regional regional dan global.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB