Jawa Barat. Routerpost
Bogor City – Kabar baik tiba tepat pada Hari Pendidikan Nasional (hardiknas) pada tahun 2025, Jumat (2/5).
Empat proyek superior cepat (PHUC) yang diprakarsai oleh presiden secara resmi diperkenalkan dalam kerangka pendidikan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rilis empat proyek strategis dilakukan
Presiden Prabowo Subianto
Demonstrasi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Menteri Pendidikan) Abdul Mu'ti dan Menteri berkoordinasi dengan PMK Pratikno.
Para pemimpin menekankan bahwa pendidikan harus digunakan sebagai prioritas utama dalam proses pengembangan negara.
Tidak ada negara yang mampu mencapai kebahagiaan dan kemajuan tanpa pendidikan yang berkualitas.
“Kami tidak akan menjadi negara yang makmur dan berkembang pesat jika kualitas pendidikan tetap rendah dan kurang berhasil,” kata Presiden Prabowo sambil memberikan pidato di acara Hari Pendidikan Nasional ke -70 pada tahun 2025 di Sekolah Dasar Cimahpar 5, Bogor City, Provinsi Jawa Barat, Jumat (2/5/2025).
Presiden juga mengatakan bahwa Indonesia telah menjadikan pendidikan sebagai fokus utama.
Namun, ia menekankan bahwa alokasi dana untuk pendidikan harus efisien dan tepat sasaran. Selain itu, Prabowo juga menyatakan pentingnya meningkatkan percepatan pembangunan fasilitas infrastruktur di bidang pendidikan.
Dia mengakui kesulitan utama dalam memulihkan semua fasilitas dalam waktu singkat karena banyak sekolah mendekati beberapa ratus ribu.
Berikut ini adalah empat program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) dari Presiden:
1. Fasilitas pendidikan dan infrastruktur yang lebih baik.
Tahun ini, pihak berwenang berencana untuk memulihkan lembaga pendidikan. Implementasi pembaruan atau meningkatkan kualitas lembaga pendidikan akan mengikuti metode manajemen independen. Dengan demikian, diproyeksikan dengan pencapaian efisiensi proses dan partisipasi aktif lingkungan di sekitar sekolah dan populasi lokal dalam upaya konstruktif, sehingga membentuk kesadaran kepemilikan kolektif dan tugas bersama.
2. Program Digitalisasi Belajar.
Dengan menyediakan materi pendidikan melalui platform ruang siswa di pendidikan rumah dan juga mendistribusikan dewan interaktif yang canggih sebagaimana ditekankan oleh presiden dalam perayaan Hari Guru Nasional kemarin.
Inovasi teknologi ini mendukung proses pengajaran dan pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif, menanggapi berbagai kesulitan dalam periode digital.
3. Sistem Penghargaan untuk Guru Non-Permanen Non-SD/Junior High School
Untuk menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat kemampuan guru, skema ini diperkenalkan untuk memberikan bonus kepada guru kehormatan atau tidak disertifikasi sebagaimana disertifikasi sebagai pendidik.
4. Dana bantuan untuk meningkatkan kualifikasi guru yang masih di bawah gelar sarjana (S1) atau diploma empat (D4).
Menteri Pendidikan dan Pusat Abdul Mu'ti mengatakan bahwa program tersebut adalah hasil dari instruksi presiden mengenai peringatan Hari Guru Nasional pada tahun 2024.
“Langkah ini bertujuan untuk mewujudkan jaminan bahwa tidak ada guru yang tersisa dalam hal hak -hak profesional atau meningkatnya kompetensi,” kata Menteri Pendidikan dan Pusat.
Presiden Prabowo Subianto juga telah mengkonfirmasi tekadnya untuk meningkatkan standar hidup dan keahlian semua guru.
Baru -baru ini, presiden telah mengumpulkan insentif untuk guru ASN, P3K, dan staf kehormatan.
“Segera akan ada dukungan untuk guru kehormatan yang akan diajukan secara langsung,” kata Menteri Pendidikan dan Pusat.
Pemerintah juga menyajikan dukungan keuangan dari tiga juta rupiah setiap semester untuk guru yang masih belum memiliki gelar D4 atau S1.
Ini adalah bagian dari janji presiden untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, salah satu faktor yang menentukan kualitas pendidikan adalah kemampuan guru dan efektivitas metode pembelajaran mereka.
Mendidik Basis Tengah berharap bahwa dengan memberikan tunjangan sertifikasi guru mulai bulan Maret tahun ini dan dukungan untuk para guru honorarium akan mendorong antusiasme para guru untuk tetap termotivasi dalam melaksanakan tugas mereka.
Pendidikan dapat berjalan dengan baik jika antara sekolah, keluarga, komunitas, dan media memiliki sinergi sebagai sistem pendukung di mana anak -anak dapat belajar untuk mencapai masa depan yang cemerlang.
“Motivasi untuk mempelajari anak -anak yang perlu kita dorong untuk menghasilkan generasi yang bijak, kompeten, otonom, dan bertanggung jawab di tengah -tengah komunitas dan negara ini, dengan iman dan karakter yang kuat,” kata Menteri Pendidikan dan Pusat Abdul Mu'ti.
(ESY/JPNN)
RakyatPos Borneo










