Payakumbuh – Sebanyak 124 penduduk yang rentan di Kota Payakumbuh menerima bantuan rehabilitasi sosial dari Kementerian Urusan Sosial Republik Indonesia.
Bantuan, yang didistribusikan melalui pusat Abiseka Pekanbaru, adalah untuk memperingati masa lalu nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari total 124 penerima, sebanyak 75 orang adalah orang tua, 40 orang cacat, 4 anak dan 5 dari kelompok rentan lainnya.
Bantuan yang diberikan termasuk memenuhi kebutuhan dasar, bantuan aksesibilitas, dan dukungan wirausaha. Nilai total bantuan yang didistribusikan mencapai Rp123.770.900.
“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah pada mereka yang membutuhkannya,” kata Wakil Walikota Elzadaswarman dalam data Padang Kelurahan Tanah Mati, Jumat (05/09/2025).
Salah satu bentuk bantuan wirausaha diberikan kepada Endrawati, seorang lansia di Padang Kelurahan Data Land Mati.
Dia menerima bantuan dalam bentuk peralatan kedai kopi, yang diserahkan langsung melalui kunjungan rumah oleh wakil walikota Payakumbuh dengan tim dari Sentra Abiseka.
“Bantuan ini bukan hanya kompensasi, tetapi upaya untuk memberdayakan masyarakat untuk mandiri. NY. Endrawati adalah contoh bahwa usia bukanlah hambatan untuk terus bekerja,” katanya.
Dia juga menyatakan apresiasinya kepada Kementerian Sosial Indonesia dan Pekanbaru Abiseka Sentra yang telah membagikan bantuan tepat sasaran di Kota Payakumbuh.
“Kami akan terus berkomitmen untuk mendorong program sosial yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya
Endrawati (67), seorang lansia yang tinggal di Padang Kelurahan Data Land Mati, tidak mengharapkan mimpinya memiliki bisnisnya sendiri akhirnya terwujud.
Dia menjadi salah satu penerima bantuan kewirausahaan dari Kementerian Sosial Indonesia dalam bentuk peralatan bisnis untuk kedai kopi yang dia mulai di depan rumahnya.
“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih. Dengan bantuan ini, saya dapat mulai menjual kopi dan meningkatkan pendapatan untuk kebutuhan sehari -hari,” katanya.
“Terima kasih, Tuan Wawa dan Sentra Abiseka Pekanbaru, semoga ini layak disembah dan dihargai oleh Tuhan,” pungkasnya.
RakyatPos Borneo










