Payakumbuh – Anggota Komisi V Parlemen Indonesia, Zigo Rolanda, mendorong pemerintah pusat untuk segera memberikan dukungan yang lebih besar untuk upaya menyelesaikan berbagai masalah infrastruktur di Kota Payakumbuh.
Selama kunjungan kerja ke Payakumbuh, Sabtu (04/26/2025), Zigo menekankan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi wilayah tersebut, termasuk terkait dengan kelanjutan proyek normalisasi Agam Batang dan penanganan masalah lokasi pembuangan akhir (TPA) yang dianggap sangat mendesak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kelanjutan pembangunan normalisasi agam Batang telah ditenderkan dan telah ada pemenang. Yang tersisa hanyalah implementasi, dengan anggaran sekitar Rp. 40 miliar,” kata Zigo sebelum pemerintah kota Payakumbuh.
Mengenai masalah pengelolaan limbah, Zigo mengingatkan pentingnya penanganan komprehensif dari hulu ke hilir.
“TPA ini memang masalah yang sangat serius. Kita harus merawatnya dari hulu ke hilir. Titik terang sudah ada, hanya kepala regional yang harus secara resmi menyerahkannya ke kementerian,” katanya.
Pada kesempatan itu, Zigo juga menekankan bahwa meskipun Kota Payakumbuh tidak termasuk dalam wilayah konstituennya, perhatian terhadap kota tetap menjadi prioritasnya.
“Memang, di sini bukan distrik pemilihan saya, tetapi setelah diresmikan saya merawat semua Indonesia, bahkan untuk Papua. Cook Payakumbuh, desa istri saya, saya tidak memperhatikan,” kata Zigo.
Selain itu, Zigo menghargai kinerja pemerintah kota Payakumbuh yang terus berusaha untuk mempertahankan layanan publik di tengah -tengah keterbatasan fiskal regional.
Dia mempertimbangkan, banyak kebutuhan mendesak di Payakumbuh, mulai dari layanan pengelolaan limbah, memperkuat jaringan air bersih, hingga mitigasi bencana tanah longsor yang harus menerima dukungan dari pemerintah pusat.
“Kami dari Dewan Perwakilan Rakyat V siap mendukung percepatan perkembangan ini, tentu saja dengan komunikasi intensif dan proposal lengkap dari pemerintah daerah,” kata Zigo.
Zigo juga berkomitmen untuk terus mengawasi berbagai proposal Payakumbuh untuk dimasukkan dalam prioritas program nasional.
“Bersedia Tuhan, kita berjaga -jaga bersama,” pungkas Zigo.
Sementara itu, wakil walikota Payakumbuh Elzadaswarman menyatakan apresiasinya dan berharap untuk dukungan nyata dari pemerintah pusat dan provinsi untuk mengatasi tantangan besar infrastruktur yang ada.
“Dengan anggaran terbatas yang kami alami, tentu saja Payakumbuh benar -benar membutuhkan dukungan dari APBN dan APBD provinsi. Termasuk bantuan dari kementerian yang relevan dalam membangun fasilitas infrastruktur, terutama di ladang limbah, air bersih, jalan, dan irigasi,” katanya.
Elzadaswarman juga merinci sejumlah masalah yang dihadapi, mulai dari kapasitas terbatas TPST, tingginya tingkat kebocoran jaringan air bersih yang mencapai 37,91 persen, hingga kebutuhan untuk mendesak pengembangan keamanan tebing sungai.
“Semua masalah ini membutuhkan dukungan, dan kami benar -benar berharap perhatian khusus dari Mr. Zigo Rolanda dan semua pihak di tingkat tengah dan provinsi,” pungkasnya. (merah)
—
Editor: Rachmail Gucci
Sumber Berita: Zigo Rolanda, Wakil Walikota Payakumbuh
RakyatPos Borneo










