Warbi Mochi di Matchaya: Manisnya cerita kecil dari Jepang ke Jakarta

- Jurnalis

Senin, 28 April 2025 - 01:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak semua makanan datang dengan sebuah cerita. Tapi Warabi Mochi di Matchaya bukan hanya camilan, dia adalah pengalaman yang lahir dari perjalanan, rasa, dan merindukan saat -saat tenang.

Semuanya dimulai dari Jepang. Di sana, teh bukan hanya minuman, tetapi cara hidup. Ada kedamaian dalam setiap langkah upacara teh, ada kesadaran dalam setiap stres. Dan di situlah, pendiri Matchaya merasakan sesuatu yang ingin mereka bawa pulang: pengalaman yang bermakna, tetapi masih sederhana.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekarang, pengalaman itu dapat ditemukan di Ashta District 8, melalui sepiring kecil Mochi Warabi.

LEMBUT. Jiggly. Segera kehabisan.

Warabi Mochi bukan jenis mochi yang biasanya kita kenal.

Alih -alih kenyal dan padat, itu terbuat dari tepung akar pakis, menciptakan tekstur ringan, bergoncang, dan segera meleleh di mulut. Di Jepang, ini adalah camilan musim panas yang menyegarkan. Di tangan Matchaya, Warabi Mochi disajikan dengan sentuhan khas Indonesia – melalui percikan gula aren gula yang manis dan dalam.

Tersedia dalam dua varian:

Matcha Warabi Mochi – Dibungkus dengan Bubuk Bumi dan Matcha 8 yang Elegan

Kinako Warabi Mochi – Ditabari dengan bubuk kedelai panggang yang lezat dan hangat

Setiap porsi hanya dibuat terbatas per hari – jadi jika Anda melihat tanda “terjual habis“, Itu bukan trik pemasaran. Itu fakta.

Bukan mochi biasa

Meskipun Warabi Mochi menjadi bintang, Matchaya masih diketahui melalui ramuan tehnya. Coba Koicha Milk, dengan matcha tebal dan krim yang penuh dengan karakter, atau tes Frappe Matcha yang dingin dan menyegarkan seperti liburan singkat ke Kyoto.

Setiap menu di Matchaya dibuat dengan niat. Dengan perhatian pada detail, dan rasa hormat terhadap tradisi. Tetapi juga dengan keberanian untuk bermain selera dan membawa hal -hal baru ke meja.

Di tengah suasana Ashta yang tenang, dengan cahaya alami dan arsitektur artistik, Matchaya menjadi tempat di mana jeda terasa istimewa.

Jadi, ingin mengejar warabi mochi?

Tiba lebih awal. Duduklah sebentar. Nikmati teh dan mochi. Dan biarkan momen sederhana ini membawa Anda sejenak keluar dari keramaian dan kesibukan hari itu. Temukan Matchaya di Ashta District 8, SCBD, Jakarta. Lembut, manis, dan mungkin akan habis dengan cepat – tetapi selera dan ceritanya akan bertahan lebih lama. Foto dapat diunduh Di Sini.

Tentang cantik

Asri adalah perusahaan pengembangan dan manajer properti yang tidak hanya berfokus pada pengembangan, tetapi juga menciptakan ruang hidup dan menginspirasi. Spesialisasi ASRI mencakup ruang komersial yang inovatif, properti perhotelan, tempat tinggal vertikal, menara kantor premium, serta proyek campuran yang dirancang untuk memperkaya pengalaman perkotaan. Dengan komitmen terhadap kualitas, keberlanjutan, dan desain modern, ASRI bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi setiap individu yang hidup, bekerja, dan bergerak di ruang yang disajikan.

Since its establishment in 2017, Asri has created various landmarks that enriched the face of the city, such as Mall of Indonesia, Ashta District 8, PIK Avenue, Hublife Taman Anggrek Residences, Grand Galaxy Park Bekasi, The Langham Jakarta, Swissotel PIK, Swissotel Nusantara, Mercure Jakarta PIK, 25hours Hotel Jakarta The Oddbird, Taman Tempat Tinggal Anggrek, Pusat Kota Fatmawati, Distrik 8, dan Menara Jakarta. Dengan visi jangka panjang untuk selalu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar proyek-proyeknya, Asri berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan yang mendukung kemajuan dan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB