Proyek Pengendalian Banjir Serang Rampung, melindungi bidang strategis dan mendorong pertumbuhan ekonomi

- Jurnalis

Rabu, 16 April 2025 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 14 April 2025 – Konstruksi infrastruktur pengendalian banjir di DAS Serang (DAS), Kabupaten Kulon Progo, Wilayah Khusus Yogyakarta, telah selesai 100%. Proyek strategis nasional ini berhasil melindungi bidang -bidang penting seperti Bandara Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), lahan pertanian yang produktif, dan daerah perumahan dari ancaman banjir dengan total luas 1.428 ha.

Dengan nilai kontrak sebesar Rp 295 miliar yang bersumber dari anggaran negara 2020-2023, proyek ini selesai dalam 1.202 hari, mulai 16 September 2020 hingga 31 Desember 2023. Proyek ini tidak hanya menawarkan solusi pengendalian banjir, tetapi juga memberikan berbagai manfaat tambahan bagi masyarakat, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian hingga pengembangan potensi pariwisata lokal.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Perusahaan PTPP, Joko Raharjo menjelaskan bahwa proyek ini membawa tiga manfaat utama yang berdampak signifikan pada masyarakat. Pertama, pengurangan yang signifikan dalam area genangan. Sebelum proyek dimulai, banjir sering mengganggu kegiatan penghuni dan membatasi akses ke bandara YIA. Sekarang, berkat sistem kontrol yang efektif, area rawan banjir berhasil diminimalkan, sehingga konektivitas dan keamanan regional meningkat.

Kedua, peningkatan produktivitas pertanian. Sebelumnya, petani hanya bisa memanen 1-2 kali per tahun karena tanah yang sering banjir. Setelah proyek selesai, sistem irigasi yang lebih baik memungkinkan petani melakukan hingga tiga kali panen setiap tahun, mendorong pertumbuhan sektor pertanian di wilayah tersebut.

Ketiga, pengembangan potensi pariwisata air. Kolam retensi yang dibangun tidak hanya berfungsi sebagai reservoir air, tetapi juga diproyeksikan menjadi tujuan wisata baru yang dapat menarik wisatawan. Kehadiran pariwisata air diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan selesainya pembangunan infrastruktur air di daerah Kulon Progo, terutama di sekitar bandara Yia, sekarang lebih terlindungi dari risiko banjir. Komunitas sekitarnya menghargai pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di DAS Serang (DAS) yang memiliki dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan. “Konstruksi infrastruktur pengendalian banjir sangat bermanfaat bagi kami, orang -orang di sekitar bandara NYIA yang selalu mengalami bencana banjir setiap musim hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama.

Proyek ini adalah salah satu portofolio PTPP dalam mendukung Proyek Astacita, terutama di sektor swadaya makanan dan air. Dengan melanjutkan pengembangan infrastruktur desa yang dapat mengoptimalkan ketahanan pangan, produktivitas pertanian akan terus meningkat, dan dapat menciptakan manfaat berkelanjutan untuk berbagai sektor.

-SELESAI-

Tentang Pt PP (Persero) TBK

PT PP (Persero) Tbk (Issuer Code: PTPP) is one of the leading construction companies and in Indonesia which was established in 1953. At present, PTPP has 7 (seven) integrated business lines ranging from upstream, middlestream to downstream, which includes: energy, property, infrastructure, construction services, engineering, procurement and construction (epc) and precast. PTPP memiliki catatan yang solid dan memenangkan penghargaan untuk proyek konstruksi pelabuhan, pembangkit listrik, bandara, bendungan, dan bangunan di Indonesia. PTPP adalah pelopor untuk konsep bangunan hijau ramah lingkungan di Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional untuk pekerjaannya. PTPP mencatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada 2015, PTPP mencatat saham anak perusahaan PT PP Properti TBK (Kode Penerbit: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan di masa depan, PTPP memperluas di sektor energi dan infrastruktur pada tahun 2016. Pada tahun 2017, anak perusahaan terlibat sebagai kontraktor berdasarkan PT PT Precision TBK (Kode Penerbit: PPRE) ke Lantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepaskan 23% saham kepada publik. Untuk menghadapi era industri 4.0, PTPP melakukan strategi operasional keunggulan dengan menerapkan sistem informasi yang andal, yaitu ERP sebagai sistem perusahaan utama yang didukung oleh berbagai aplikasi dukungan operasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan ke depan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi dan menjadi perusahaan dan keunggulan yang unggul.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB