Pemerintah Kota Payakumbuh menerima kunjungan BNN RI

- Jurnalis

Minggu, 27 April 2025 - 03:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH – Walikota Payakumbuh, Zulmaeta, menerima kunjungan dari Wakil Direktur Advokasi untuk Badan Nasional Indonesia (BNN), Brigadir Jenderal Pol. Drs. Jafriedi, MM, di kantornya, Kamis (10/4/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan BNN dalam upaya untuk mencegah dan mengatasi penyalahgunaan narkotika di Kota Payakumbuh.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama pertemuan, sejumlah strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba dibahas, termasuk melalui sosialisasi kepada masyarakat, keterlibatan pemuda dan lembaga pendidikan, serta memperkuat peran tugas anti-narkotika di tingkat desa.

Walikota Zulmaeta menyatakan penghargaannya atas perhatian dan dukungan BNN RI untuk program pencegahan narkoba di daerah tersebut.

“Kami menyambut kolaborasi ini. Ini adalah upaya bersama untuk melindungi generasi muda dan orang -orang dari ancaman narkotika,” kata walikota.

Sementara itu, Brigadir Jenderal Pol. Drs. Jafriedi menekankan bahwa pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam memperluas pendidikan bahaya narkoba bagi masyarakat.

“Dukungan dari pemerintah daerah sangat vital, terutama dalam memperkuat advokasi dan pencegahan di tingkat masyarakat,” katanya.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh PLT. Asisten II untuk Ekonomi dan Pengembangan, Kepala Kantor Kesbangpol, dan Kepala Payakumbuh Kota BPBD.

Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan koordinasi dan kerja sama silang -sektoral untuk mengurangi perdagangan narkoba dan penyalahgunaan di Kota Payakumbuh.

Jaringan RakyatPos.id.com

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB