Kedutaan Besar India dan Pusat Habibie mengadakan diskusi meja bundar: Tokoh Diplomasi India saat ini, Duta Besar Rajiv Bhatia

- Jurnalis

Rabu, 16 April 2025 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kedutaan Besar India di Jakarta bekerja sama dengan Habibie Center akan mengadakan diskusi meja bundar berjudul “Indonesia dan Brits: Belajar dari Pengalaman India”. Acara ini akan menghadirkan Duta Besar Rajiv Bhatia, seorang ahli hubungan internasional yang sekarang menjabat sebagai Fellow di Gateway House, sebuah lembaga pemikir terkemuka di India.

Duta Besar Rajiv Bhatia memiliki pengalaman diplomatik yang luas. Dalam karirnya, ia pernah menjabat sebagai Duta Besar India untuk Myanmar dan Meksiko, serta Komisaris Tinggi India untuk Kenya dan Lesotho. Perspektifnya yang kaya akan memberikan wawasan -keduanya tentang dinamika Brips dan bagaimana Indonesia dapat belajar dari pengalaman India di forum.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelajaran berharga dari keterlibatan India dalam BRIC – kelompok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan – dan bagaimana Indonesia dapat memperoleh manfaat dari pengalaman itu dalam memperkuat peran globalnya.

Diskusi akan diadakan online di:

Hari/Tanggal: Kamis, 17 April 2025
Waktu: 11.30–13.00 WIB
Live: YouTube – The Habibie Center
Pendaftaran: Peserta dapat mendaftar melalui bit.ly/register-virtual-discusion atau batang pemindaian yang tersedia di acara selebaran.

Acara ini terbuka untuk akademisi, analis kebijakan, siswa, dan publik yang memiliki minat dalam hubungan internasional, kebijakan luar negeri, masalah geopolitik dan kerja sama multilateral.

Jangan lewatkan kesempatan langka untuk membahas secara langsung dengan tokoh -tokoh penting di dunia diplomasi India dan memperluas wawasan tentang masa depan kerja sama Indonesia di arena global.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB