Dalam Peringatan Hari Kartini, PT Kereta API Indonesia (Persero) menekankan komitmennya sebagai perusahaan inklusif dan memberikan perhatian khusus pada peran perempuan, baik dalam kelompok Kai maupun kenyamanan penumpang perempuan. Komitmen ini tidak hanya tercermin dalam fasilitas layanan ramah perempuan, tetapi juga dari pemberdayaan perempuan yang sekarang menduduki berbagai posisi strategis di perusahaan, termasuk di antara jajaran masinis dan sutradara.
“Kami tidak hanya menyadari semangat Kartini melalui penyediaan fasilitas layanan ramah-wanita, tetapi juga dalam pemberdayaan perempuan di lingkungan Kai. Saat ini, wanita tidak hanya memainkan peran dalam jalur layanan, tetapi juga menempati posisi strategis, seperti masinis, kepala stasiun, untuk sutradara di Kai maupun anak perusahaan,” kata presiden Kai Didiek Didiek.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai bentuk nyata dari komitmen ini, Kai terus mendorong kapasitas dan kualitas karyawan perempuan melalui berbagai pelatihan. Sampai sekarang, sebanyak 908 karyawan wanita telah menerima pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan pengembangan karir.
Pemberdayaan perempuan di lingkungan Kai benar -benar tercermin dalam kepercayaan yang diberikan kepada mereka untuk mengisi berbagai tingkat posisi strategis. Saat ini, seorang wanita menduduki posisi direktur, sementara 20 wanita lain dipercaya sebagai wakil presiden eksekutif atau kepala divisi dan level. Di tingkat manajerial, ada 74 wanita yang melayani sebagai wakil presiden, 584 sebagai manajer, dan 1.129 sebagai asisten manajer. Jumlah ini semakin besar di tingkat pengawasan dan operasi, dengan 2.792 wanita sebagai pengawas dan 7.474 sebagai staf atau pelaksana. Data ini menunjukkan bahwa wanita di Kai tidak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai pendorong utama dalam roda organisasi, memainkan peran aktif dalam mendukung kemajuan perusahaan di berbagai lini.
Pada kesempatan yang terpisah, wakil presiden hubungan masyarakat Kai Anne Purba mengatakan sebagai bentuk komitmen yang nyata kepada perempuan, kelompok Kai menghadirkan berbagai fasilitas yang mendukung kenyamanan dan keselamatan perempuan di jalan. Salah satunya adalah pemisahan toilet antara pria dan wanita, yang telah diterapkan di stasiun dan dalam seri kereta api. Langkah ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi penumpang wanita.
Selain itu, Kai juga menerapkan fitur seleksi seleksi untuk penumpang wanita yang bepergian sendirian. Fitur ini memungkinkan pelanggan wanita untuk memilih kursi berdampingan dengan sesama wanita melalui aplikasi Access by Kai, memberikan rasa keamanan dan kenyamanan tambahan selama perjalanan.
“Kehadiran fitur ini juga merupakan komitmen untuk Kai untuk melawan terjadinya pelecehan seksual dalam transportasi umum. Dengan dapat memilih teman untuk duduk bersama sesama wanita, kami berharap dapat menutup celah pelecehan seksual dalam perjalanan kereta api,” kata Anne.
Untuk pengguna kereta api listrik (KRL), komuter Kai sebagai anak perusahaan juga menyediakan kereta wanita khusus pada jam -jam tertentu. Fasilitas ini menyediakan lebih banyak ruang pribadi bagi penumpang wanita di tengah kepadatan perjalanan komuter, membuat perjalanan lebih nyaman dan aman.
Tidak hanya itu, Kai juga lebih memperhatikan penumpang yang membutuhkan, seperti wanita hamil, orang tua, orang -orang cacat, dan penumpang dengan anak kecil, melalui penyediaan kursi prioritas di semua layanan kereta api. Kai juga menyediakan pin khusus untuk wanita hamil sehingga petugas dan penumpang lainnya dapat memberikan perhatian dan prioritas yang tepat.
Sebagai bentuk dukungan untuk ibu menyusui, Kai menyediakan ruang laktasi yang aman dan nyaman di berbagai stasiun, memberi ibu kesempatan untuk menyusui anak -anak mereka dengan tenang, tanpa harus khawatir tentang privasi mereka.
Semua inisiatif ini mencerminkan komitmen kelompok PT KAI untuk tidak hanya menciptakan ruang yang inklusif dan aman bagi penumpang perempuan, tetapi juga untuk memberdayakan perempuan dalam peran penting di perusahaan. Dengan memastikan bahwa perempuan dapat menikmati hak -hak dan kewajiban mereka di jalan atau di tempat kerja, Kai berusaha menjadikan kereta api transportasi yang sama dan nyaman untuk semua.
“Dengan semangat emansipasi yang digemakan oleh Ms. Kartini, Kai berkomitmen untuk memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan, baik dalam layanan kereta api maupun dalam posisi penting dalam kelompok Kai. Kai terus memastikan bahwa penumpang perempuan dan karyawan perempuan dapat memenuhi hak dan kewajiban mereka dengan kenyamanan dan kesetaraan yang setara dengan laki -laki,” kesimpulannya.
Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id
—
RakyatPos Borneo










