India menyambut langkah Presiden Prabowo untuk menghapus kuota impor makanan pokok

- Jurnalis

Selasa, 29 April 2025 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah India secara positif menyambut panggilan Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, untuk menghilangkan kuota impor dalam sejumlah komoditas makanan pokok, termasuk daging sapi (daging sapi), serta menyediakan akses impor langsung ke pasar. India menilai langkah ini sebagai upaya strategis yang akan memperkuat ketahanan pangan Indonesia serta membuka lebih banyak peluang perdagangan terbuka dan terbuka bagi kedua negara.

Keputusan ini diharapkan memiliki dampak langsung pada pengurangan harga daging kerbau impor hingga hampir 30 persen, sehingga orang Indonesia dapat lebih mudah mengakses sumber protein berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

India, sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, telah menghadapi defisit perdagangan yang signifikan – mencapai sekitar USD 17 miliar. Oleh karena itu, India secara konsisten mendorong penghapusan berbagai hambatan perdagangan untuk menciptakan keseimbangan yang lebih baik dan memperkuat rantai pasokan yang aman, terutama di tengah -tengah ketidakpastian geopolitik global saat ini.

Langkah progresif dari Indonesia ini juga dilihat oleh India sebagai sinyal positif dalam memperkuat hubungan perdagangan dan ekonomi kedua negara, serta fondasi menuju kemitraan strategis yang lebih inklusif dan saling menguntungkan.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB