Limapuluh Kota, RakyatPos.id – Kolam air di jalan ketika hujan masih merepotkan pengendara di jalan raya negara bagian. KM 10 Sarilamak, Distrik Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, karena masih ada banyak jalan yang terendam air selama berjam -jam dan setelah hujan.
Berdasarkan pemantauan di lokasi, hujan turun sekitar 14.00 WIB, Senin (4/28/2025). Meskipun tidak berat, genangan tetap terlihat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun hujan hanya 10 menit, tetapi jalan negara bagian KM 10 di Distrik Sarilamak Harau Regency Capital (IKK), justru di depan hotel yang dibanjiri dengan permukaan air hingga satu inci, kondisi tersebut terjadi karena drainase yang berada di sisi kanan dan kiri jalan tertutup dan tidak berfungsi dengan baik.
Bahkan genangan air yang terjadi juga menyebabkan gangguan arus lalu lintas, karena genangan berlangsung selama berjam -jam hujan.
Kondisinya dikeluhkan oleh Ibrahim (55) pengendara yang lewat. Menurutnya, kondisinya tidak boleh terjadi di ibukota Kabupaten Sarilamak yang merupakan ibukota distrik. Meskipun kondisi ini telah berlangsung cukup lama, menurut Ibrahim tidak ada upaya yang terlihat untuk meningkatkan pemerintah atau pihak terkait.
“Ya, air berdiri yang terjadi di State Street Km 10 tepat di ibukota distrik sering terjadi meskipun hujan turun untuk sementara waktu atau sekitar 10 menit. Jika dilihat di sisi kiri atau kanan drainase tidak berfungsi dengan baik,” katanya, Senin (28/4).
Dia juga mengatakan, kondisi atau genangan air membuat dua pengendara roda dan empat roda terganggu.
“Tingginya genangan air tentu mengganggu arus lalu lintas, ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah dan partai -partai terkait lainnya.” Tutupnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh warga di sekitar Erizal, orang yang membuka bisnis di dekat jalan negara bagian KM 10 yang stagnan, mengatakan bahwa meskipun hujan tidak lebat, jalan -jalan dengan cepat dibanjiri.
“Kadang -kadang hujan untuk sementara waktu dan tidak berat, tetapi jalannya dengan cepat dibanjiri. Tentu saja ini harus menjadi perhatian, karena itu adalah jalan raya negara bagian dan berada di ibukota Kabupaten (IKK).” Tutupnya.
Genangan itu disebabkan oleh tidak adanya drainase di sisi jalan. Hampir mayoritas ditutup ke tanah. (@dy)
—
RakyatPos Borneo










