– Banyak orang percaya bahwa pencapaian disebabkan oleh keberuntungan, kecerdasan khusus, atau jejaring sosial yang solid.
Secara alami, jika ada pandangan bahwa orang yang dilahirkan dalam keluarga yang atau memiliki keuntungan mereka sendiri cenderung mencapai kesuksesan tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nepotisme, ambisi persisten, atau dedikasi yang tak kenal lelah sering dipandang sebagai elemen kunci untuk mencapai keberhasilan individu.
Namun, penelitian ini mengungkapkan realitas lain. Meskipun hak istimewa dan keberuntungan berperan, keduanya bukan elemen yang paling dominan dalam mencapai kesuksesan.
Terkadang, sebenarnya ada dua soft skill yang telah dibuktikan oleh penelitian memiliki pengaruh besar dalam mengendalikan keberhasilan seseorang di tempat kerja dan kehidupan.
Menurut artikel di yourtango.com, kedua karakteristik ini tidak terkait dengan tingkat aspirasi seseorang atau jumlah aset yang mereka miliki.
Sebaliknya, keduanya terkait dengan cara seseorang menangani diri mereka sendiri dan mengatasi hambatan secara konsisten.
Jika kedua sifat tersebut dimiliki, kemungkinan mencapai kesuksesan akan jauh lebih tinggi daripada hanya tergantung pada elemen eksternal seperti keberuntungan atau hubungan.
1. Akurasi: Kompas spiritual menuju kesuksesan
Keberanian bukan hanya tentang perilaku atau kepatuhan yang cermat selama kegiatan. Ini mengacu pada motivasi internal untuk selalu memberikan kinerja yang optimal di tempat kerja dan membuat keputusan menjadi mungkin. Menurut University of Minnesota, hasil penelitian populer mereka pada tahun 2019, keberanian dapat dipahami sebagai kombinasi dari beberapa karakteristik termasuk kesadaran diri, konsentrasi, pertempuran tinggi, rapi dalam akting, dan komitmen yang kuat.
Orang yang cermat biasanya lebih terencana dan strategis ketika mereka merancang karier satu sama lain. Mereka tidak hanya fokus menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga selalu mencari metode untuk tumbuh. Misalnya, orang -orang yang penuh dengan pertimbangan enggan -memberikan momen -momen kosong dengan kegiatan pengguliran hanya pada platform sosial selama jam kerja yang tenang. Bahkan, ia akan menggunakan kesempatan untuk lebih dekat dengan orang lain, meningkatkan kemampuannya, atau mengeksplorasi peluang baru.
Profesor Deniz Ones, salah satu penulis penelitian, menyatakan bahwa akurasi tidak hanya terkait dengan melakukan pekerjaan dengan hati -hati atau mematuhi peraturan, tetapi lebih merupakan dorongan internal yang stabil. Jenis ini selalu memiliki target spesifik dan berupaya mencapainya melalui pendekatan yang sistematis dan dapat dipercaya. Mereka sadar bahwa pencapaian keberhasilan tidak diperoleh dari upaya singkat, tetapi berasal dari serangkaian gerakan kecil yang dilakukan secara rutin untuk jangka waktu yang lama.
2. Self -Control: Rahasia untuk mempertahankan ekses dan menjadi perilaku profesional
Soft skill kedua yang sangat mempengaruhi kesuksesan adalah disiplin diri. Di tempat kerja, emosi seringkali merupakan hambatan yang signifikan. Stres, beban manajemen, atau ketidaksukaan atmosfer kerja adalah kondisi biasa. Namun, kelezatan antara orang -orang yang berhasil dengan mereka yang belum adalah cara mereka menghadapi respons emosional terhadap hambatan -hambatan ini.
Studi telah membuktikan bahwa individu dengan disiplin diri yang kuat umumnya memiliki “pengaruh emosional positif” yang hebat. Ini berarti mereka dapat mempertahankan pandangan yang optimis dan terus berkonsentrasi pada target jangka panjang meskipun mengalami kesulitan. Mereka jarang dipengaruhi oleh perasaan negatif, tidak mudah tenggelam dalam kekecewaan, dan lebih cenderung menemukan cara resolusi daripada mengeluh.
Di lingkungan kerja, bakat ini semakin dibutuhkan. Sekarang perusahaan cenderung mencari karyawan yang dapat mengurus emosi mereka secara efektif, tidak hanya orang yang memiliki kompetensi teknis. Alasannya adalah, individu yang mampu bertahan dengan sabar dan menjadi profesional di bawah tekanan akan lebih mudah untuk berkolaborasi dalam tim, membuat pilihan dengan tepat, dan mempertahankan hasil pekerjaan mereka kapan saja.
Bagaimana cara meningkatkan dua kemampuan berikut?
Berita itu bagus, kewaspadaan dan disiplin diri bukanlah karakteristik alami yang tidak diganti. Ketangkasan yang lembut mampu berkembang melalui praktik dan pemahaman pribadi.
1. Tingkatkan kemampuan untuk mempertahankan disiplin dan konsistensi
Tentukan target yang lebih besar dan atur langkah -langkah spesifik untuk mencapainya.
Seringkali mengakhiri pekerjaan Anda sesuai dengan tenggat waktu dan hindari menunda pekerjaan.
Lakukan penilaian kinerja reguler dan temukan metode untuk meningkatkan efisiensi kerja.
2. Sesuaikan emosi dengan benar
Jangan segera merespons ketika menghadapi keadaan yang menyebabkan perasaan buruk. Luangkan beberapa saat untuk fokus dan kemudian mengambil tindakan yang tepat.
Konsentrasikan diri Anda dengan memecahkan, bukan hanya masalah. Kami menyarankan agar Anda tidak mengeluh, tetapi menemukan metode untuk memecahkan hambatan di depan Anda.
Latih teknik relaksasi, seperti meditasi dan olahraga, untuk mendukung stabilitas emosional Anda.
3. Manfaatkan waktu secara efisien
Jauhi buang -buang waktu dalam kegiatan yang tidak berguna. Jika Anda memiliki waktu luang, mengalokasikannya untuk mengasah kemampuan baru atau menumbuhkan hubungan profesional.
Memprioritaskan pekerjaan yang memiliki efek signifikan pada pertumbuhan karier Anda.
4. Kembangkan pola berpikir jangka panjang
Keberhasilan tidak ditentukan oleh hasil langsung, tetapi melalui perjalanan yang panjang. Jangan terburu -buru dalam mencapai kepuasan dan jangan berhenti dengan mudah.
Terus berpikir secara strategis dan keputusan dengan mempertimbangkan dampak pada waktu yang lama, bukan hanya momen kesenangan.
Sukses tidak hanya tergantung pada seberapa pintar, garis, atau orang yang ambisius. Lebih dari itu, dua soft skill – penelitian dan disiplin diri – dengan peran penting dalam memastikan apakah individu akan mencapai kesempurnaan atau tidak.
Berhati -hatilah untuk mendukung seseorang agar tetap terkonsentrasi, mematuhi aturan, dan berkewajiban untuk mencapai ambisi mereka. Di sisi lain, kontrol diri menjamin bahwa perasaan tetap stabil meskipun mereka berada di bawah tekanan tinggi. Melalui kombinasi kedua karakteristik ini, peluang menuju keberhasilan meningkat secara signifikan, tidak lagi mengandalkan keberuntungan atau hak istimewa sebagai dukungan utama.
Jika Anda menginginkan pencapaian yang sukses, tingkatkan dua kemampuan lunak ini dengan cara yang berkelanjutan. Melalui ketekunan, kesabaran, dan langkah -langkah yang efektif, pintu menuju kemuliaan akan lebih luas.
RakyatPos Borneo










