Payakumbuh-Almaz Fried Chicken Fort Food Network secara resmi membuka cabang ke-89 secara nasional dan keempat di Sumatra Barat, yang terletak di desa Kapalo Koto di Balai, distrik Payakumbuh utara.
Peresmian outlet juga dihadiri oleh walikota Payakumbuh Zulmaeta, Kepala Sub -District Payakumbuh Utara, Kepala Desa Kapalo Koto di Balai, CEO Grup Abuya Okta Wirawan, Coo Bram DWI Raditia, dan mitra bisnis lokal dan pada hari Rabu (04/23/205).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Walikota Zulmaeta menghargai langkah -langkah ayam goreng Almaz yang tidak hanya memperluas bisnisnya, tetapi juga membawa konsep bisnis yang menyentuh minat masyarakat.
“Kami menyambut keberadaan ayam goreng Almaz di tengah -tengah komunitas Payakumbuh. Selain memberikan pilihan kuliner baru, Almaz juga menunjukkan komitmen sosial dengan mengesampingkan lima persen dari keuntungan mereka untuk didistribusikan sebagai sumbangan untuk kesejahteraan rakyat,” kata Wako Zulmaeta.
Dia mempertimbangkan, pola bisnis yang dibawa oleh ayam goreng Almaz selaras dengan visi pengembangan kota Payakumbuh yang inklusif dan berdasarkan ekonomi masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kemitraan dengan aktor bisnis lokal sehingga keberadaan perusahaan benar -benar memiliki dampak langsung pada masyarakat.
“Kami berharap bahwa Almaz dapat bekerja sama dengan petani ayam dan usaha kecil lainnya di Payakumbuh. Dengan demikian, pergantian ekonomi lokal akan meningkat, dan dampak positifnya akan terasa lebih luas, mulai dari petani, pemroses material, hingga sektor transportasi dan layanan,” katanya.
Selain itu, Zulmaeta mengatakan bahwa kehadiran ayam goreng Almaz adalah salah satu indikator bahwa iklim investasi di Payakumbuh menjadi lebih baik.
“Kehadiran investor baru seperti Almaz membuktikan bahwa Payakumbuh semakin dilirik sebagai kota yang kondusif untuk mengembangkan bisnis. Ini adalah sinyal positif bahwa kota kami bergerak maju. Kami sebagai pemerintah akan terus mendorong kemudahan mencoba dan menyediakan ruang sebanyak mungkin bagi para pelaku bisnis,” pungkasnya.
Sementara itu, CEO Abuya Group, Okta Wirawan, mengatakan bahwa kehadiran ayam goreng Almaz tidak hanya untuk mengejar target ekspansi, tetapi juga untuk memperkuat kontribusi sosial perusahaan.
“Konsep kami sederhana, bisnis harus berdampak. Kami menyisihkan lima persen keuntungan untuk kegiatan sosial, dan selalu berusaha untuk terlibat langsung dengan masyarakat di setiap bidang di mana kami membuka cabang,” katanya.
Dia menjelaskan, outlet Payakumbuh Ayam Goreng Almaz dirancang sebagai outlet modern yang membawa konsep saat ini, menargetkan segmen keluarga, siswa dan pekerja.
“Selain menyediakan menu andalan ayam goreng almaz khas, kami juga membuka peluang kerja untuk lusinan pekerja lokal,” pungkasnya. (merah)
—
Editor: Rachmail Gucci
Sumber Berita: Ayam goreng Almaz
RakyatPos Borneo










