Bongkar cara orang menjadi kaya: Kevin mengubah arah dari teknik menjadi investor

- Jurnalis

Rabu, 23 April 2025 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kevin Jonathan Pandjaitan tidak memulai hidupnya dengan peta yang jelas. Dia bukan lulusan keuangan, tidak memiliki mentor investasi sejak dini, dan seperti banyak orang, dia pernah bertanya: “Sebenarnya, di mana orang menjadi kaya?”

Pertanyaan sederhana ini membawanya dalam pencarian panjang. Dia menyadari ada dua cara utama: bisnis dan investasi. Dan dari sana, nama Warren Buffett mulai beresonansi di kepalanya. Bukan hanya karena kekayaannya, tetapi karena cara berpikirnya.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karier awal

Lahir di Medan dan sekarang menetap di Jakarta, Kevin menjalani studi teknik sipil, kemudian melanjutkan ke bisnis master bisnis. Karena latar belakang ini, arah karier pertama Kevin jauh dari dunia investasi.

Karier ini jauh dari ideal. Dia menjalani pekerjaan dengan jam kerja yang brutal. Dia pernah bekerja sampai fajar, hanya untuk kembali bertemu tiga jam kemudian. Hidupnya sepertinya tidak punya ruang untuk dirinya sendiri.

Tetapi dari kelelahan itu, ia menyadari bahwa pekerjaan seumur hidupnya tidak akan membuat asetnya meningkat secara signifikan. Dia mulai berkenalan dengan dunia investasi.

Itu adalah awal dari perkenalannya dengan stok.

Pasang surut belajar stok pembelajaran

Strategi

Strategi “The Buffet Way” di kelas stok

Awalnya, dunia stok merasa sangat asing bagi Kevin. Baris angka, grafik naik dan turun, dan istilah teknis seperti kandil atau rata -rata bergerak membuatnya kewalahan. Sama seperti banyak investor pemula, dia mengira ini seperti spekulasi yang tidak jelas dan berisiko.

Tapi rasa ingin tahu mengalahkan ketakutan. Dia mulai belajar perlahan: dari buku, video pendidikan, hingga diskusi di komunitas. Di sanalah ia menemukan perspektif yang mengubah segalanya; Saham itu adalah representasi kepemilikan bisnis.

Pandangan itu membuat proses belajar lebih menyenangkan. Alih -alih fokus pada harga naik dan turun, ia mulai tertarik untuk menganalisis perusahaan di balik saham. Dia membaca laporan keuangan, memahami model bisnis, dan mencoba memetakan potensi jangka panjang. Setiap penelitian menjadi latihan pemikiran strategis.

Kemudian datang tes besar. Pandemi Covid-19 mengguncang pasar, dan portofolio Kevin bebas. Puluhan juta Rupiah hilang, dan perasaan frustrasi mendekat. Tapi dia memilih untuk tidak mundur. Dia memeriksa kejatuhannya, memperdalam nilai investasi nilai, dan yang paling penting, melatih emosi agar tidak panik di tengah badai.

“Saya percaya pada hidup, kita harus mengambil langkah kecil. Tidak selalu merupakan langkah besar,” kata Kevin. Keberanian dan konsistensi adalah kunci bagi Kevin untuk menjalani hidupnya.

Bagikan melalui kelas kelas saham

Perlahan -lahan, Kevin mulai melihat polanya. Dia lebih berhati -hati dalam membaca pasar, tidak hanya mengikuti tren atau euforia sejenak. Dia belajar dari pendekatan Warren Buffett, maestro investasi yang dikenal karena prinsip investasi nilai, yang merupakan metode yang berfokus pada membeli saham perusahaan yang baik ketika harga di bawah nilai wajar.

Bagi Kevin, ini bukan hanya strategi. Ini adalah filosofi.

Alih-alih mencari cuan cepat, Buffett mengajarkan pentingnya memahami bisnis di balik saham, memilih perusahaan yang memiliki fundamental yang kuat, dan bersabar untuk hasil jangka panjang.

Kevin mulai menerapkan prinsip -prinsip yang sama: menganalisis laporan keuangan, membaca arah pertumbuhan bisnis, untuk menghitung margin keselamatan sebelum membuat keputusan.

Dan satu lagi: dia mulai berbagi. Apa yang awalnya hanya kebiasaan pribadi, sekarang berubah menjadi misi. Membantu orang lain memahami dunia investasi dengan cara yang lebih logis, sabar, dan terarah, tanpa perlu bergabung atau bertaruh di pasar.

Sejak kuliah, Kevin sangat suka mengajar. Jadi ketika kemampuannya dalam stok stok mulai terbentuk, ia merasa dipanggil untuk membantu orang lain memulai dengan cara yang benar. Dari sana dilahirkan saham Fundamental Hack X Champion; Komunitas pendidikan investasi yang ia bangun bersama tim.

Bukan hanya tempat untuk belajar teori, peretasan fundamental adalah sebuah ekosistem. Ada:

Lokakarya intensif dalam satu hari

Pembaruan Pasar setiap bulan

Rekomendasi Saham Setiap Kuartal

Webinar Interaktif

Konsultasi Portofolio Pribadi

Dan yang paling penting: komunitas aktif yang saling mendukung.

Sekarang, Kevin bukan hanya investor. Dia adalah seorang mentor. Dia adalah semangat antusiasme bagi orang -orang yang ingin memulai, tetapi takut gagal. Bagi mereka yang telah kalah dan ingin bangkit. Bagi siapa saja yang ingin membangun sesuatu – dari langkah kecil.

Jika Anda salah satunya, mungkin inilah saatnya. Bukan untuk berlari cepat, tetapi untuk melangkah dengan kuat.

Karena di dunia investasi, pemenangnya bukan yang tercepat, tetapi yang paling konsisten.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB