BNI memberdayakan perempuan penyandang disabilitas melalui rumah bumn bekasi

- Jurnalis

Rabu, 23 April 2025 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) TBK atau BNI menekankan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan, termasuk perempuan dengan kecacatan, melalui program berbagi BNI melalui rumah -rumah Bumn di Bekasi.

Sekretaris korporat BNI Okki Rushartomo mengungkapkan, karena didirikan pada 2017, BNI Bumn House di Bekasi telah menjadi forum untuk pengembangan lebih dari 400 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Program ini tidak hanya memberikan pelatihan dan bantuan bisnis, tetapi juga merupakan bukti yang jelas tentang keberadaan BNI sebagai agen pengembangan (agen pengembangan).

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagai bank milik negara, BNI berkomitmen untuk selalu hadir di masyarakat, membuka akses seluas mungkin bagi semua warga negara untuk terlibat dalam ekonomi nasional, tanpa membedakan gender atau kondisi fisik,” kata Okki dalam pernyataan resmi.

Salah satu kisah inspirasional dari penerima manfaat dari rumah BNI Bumn adalah Paini, seorang wanita penyandang cacat yang sekarang berhasil mengembangkan bisnis kuliner bumbu pecel ni. Melalui dukungan peralatan produksi dari BNI, PAINI mampu secara signifikan meningkatkan kapasitas produksinya.

Saya dulu hanya menghasilkan sedikit saus cabai. Tapi sekarang, dengan bantuan BNI, saya bisa menggiling saus cabai setidaknya 10 kilogram setiap dua hari, “kata Paini.

Lebih dari itu, Paini juga memberdayakan ibu di sekitar kediamannya, yang sebagian besar juga menjadi tulang punggung keluarga, untuk terlibat dalam proses produksi. Bahkan, beberapa dari mereka adalah sesama penyandang disabilitas.

“Awalnya kami mengalami kesulitan menemukan pekerjaan karena keterbatasan fisik. Saya sendiri sering ditolak dengan alasan tubuh kecil dan tangan yang tidak sempurna. Tetapi melalui upaya ini, kita dapat membuktikan bahwa kecacatan bukan penghalang untuk bekerja,” tambahnya.

Paini berharap bahwa semakin banyak penyandang disabilitas akan mendapatkan peluang serupa untuk menjadi mandiri secara ekonomi. Dia juga ingin rumah Bumn untuk terus memperluas jangkauan pendampingannya sehingga lebih banyak orang muda penyandang cacat bisa kreatif, produktif, dan hidup mandiri di masyarakat.

Langkah BNI ini menunjukkan bahwa inklusi ekonomi tidak hanya jargon, tetapi telah direalisasikan dalam tindakan konkret yang memiliki dampak positif pada masyarakat, terutama kelompok yang rentan.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan



RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB