Jakarta, RakyatPos.id – Gerakan Mahasiswa Hukum (Gemah) mengungkapkan dugaan pemerasan yang dilakukan oleh anggota DKI Jakarta DPRD dari faksi Nasdem yang juga wakil ketua Komisi D Muhammad Idris untuk perjudian yang berperang. Sebelumnya, Idris membantah ini.
Gemah mengatakan Idris memeras kepala Kepala Komisi D. Tujuannya adalah untuk menemukan manfaat pribadi dengan tujuan bermain perjudian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Idris sering meremas kepala kantor Bina Marga, Departemen Manajemen Air, Departemen Perumahan Umum dan Area Penyelesaian, Kantor Cipta Karya, Perencanaan Tata Ruang dan Tanah, Dinas Kehutanan, Badan Lingkungannya yang anggarannya mencapai Triliunan Rupiah,” kata Ketua Gemah Badrun Atnangar, Rabu 21, 20, 20, 20, 202, 20, 20, 20, 20, 202, 2025, 202, 2025, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 202, 2025, 20, 20, 202, 2025, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 20, 2025, Rabu, 20 Mei.
Sebelumnya, Muhammad Idris kesal dengan tuduhan yang ditujukan kepadanya tentang praktik perjudian. Politisi Partai Nasdem meminta mereka yang menuduhnya terlibat dalam perjudian.
“Saya ingin ada yang memberi tahu dia, jika ada bukti bahwa saya adalah perjudian yang berperang, saya akan memberikan RP100 juta,” kata Idris kepada wartawan pada hari Rabu, 14 Mei 2025.
Faktanya, Idris meminta mereka yang menuduhnya segera melaporkannya secara resmi kepada pejabat penegak hukum atau lembaga kehormatan (BK) dari DKI Jakarta DPRD. Dia memastikan dia akan menghadapi laporan itu.
“Beri tahu mereka, menunggu laporan itu. Jika Anda perlu melapor kepada malaikat, saya akan menunggu untuk tidak menggunakannya untuk waktu yang lama,” katanya.
Untuk dicatat, Gemah telah melaporkan Idris ke Badan Kehormatan DKI Jakarta DPRD pada hari Rabu, 7 Mei 2025.J Laporan ini terkait dengan dugaan pelanggaran Kode Kode dan Kejahatan Cock. (RLS)
—
RakyatPos Borneo










