Bekasi, 23 April 2025- Masih dalam semangat memperingati Hari Bumi yang jatuh pada bulan April, Jabodebek LRT menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui transportasi umum berbasis listrik yang efisien, modern dan ramah lingkungan. Tidak hanya solusi untuk kemacetan lalu lintas, Jabodebek LRT juga hadir sebagai bagian dari gerakan untuk melindungi bumi melalui transportasi berkelanjutan.
Sebagai mode transportasi umum berbasis listrik 100%, Jabodebek LRT tidak hanya menjawab tantangan mobilitas komunitas perkotaan, tetapi juga solusi nyata untuk mengurangi polusi udara dan emisi karbon. Berdasarkan perhitungan Ametis Institute pada tahun 2024, yang menggunakan referensi untuk faktor emisi listrik untuk sistem Jamali (Java, Madura, dan Bali) dari statistik PLN 2023, setiap perjalanan menggunakan Jabodebek LRT menghasilkan rata -rata 15 gram Co₂e per orang per kilometer. Angka ini jauh lebih rendah daripada moda transportasi lainnya seperti:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mobil Listrik (50-100 kWh): 33 gram co₂e/orang/km
Mobil konvensional 1000-2000cc: 31 gram co₂e/orang/km
Mobil konvensional 2000-3000cc: 49 gram co₂e/orang/km
Motor konvensional (
Dengan kata lain, menggunakan Jabodebek LRT secara signifikan mengurangi jejak karbon, serta langkah sederhana tetapi memiliki dampak besar dalam mendukung lingkungan yang lebih bersih.
Untuk memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan, LRT Jabodebek juga menerapkan berbagai inisiatif ramah lingkungan yang mendukung gaya hidup berkelanjutan:
– Stasiun air (air minum gratis) di seluruh stasiun, untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai dan mendorong kebiasaan orang untuk membawa botol minum mereka sendiri.
– Parkir sepeda di setiap stasiun, sebagai dukungan untuk gaya hidup yang aktif dan sehat, sambil memberikan kenyamanan bagi orang -orang yang ingin melanjutkan perjalanan dengan bersepeda.
-Solar panel (PLT) di gedung kantor dan Mediska LRT Jabodebek, dengan total kapasitas 93 kwp, dapat menghemat penggunaan listrik hingga 15% dan 10%.
– Gedung Kantor Jabodebek LRT juga telah menerapkan konsep bangunan hijau dan pintar, dan telah menerima sertifikasi tepi (keunggulan dalam desain untuk efisiensi yang lebih besar) karena efisien dalam penggunaan energi, air, dan bahan bangunan.
– Penggunaan Pabrik Pencucian Kereta Otomatis (ATWP) untuk proses pencucian sirkuit kereta api, yang memanfaatkan sistem daur ulang air dan regulasi tekanan otomatis, sehingga pencucian lebih efisien air dan ramah lingkungan.
Wakil Presiden Eksekutif Jabodebek LRT, Mochamad Purnomosidi, mengatakan bahwa langkah -langkah ini adalah bentuk nyata dari kepedulian perusahaan terhadap lingkungan. “Kami tidak hanya fokus pada penyediaan transportasi yang aman dan nyaman, tetapi juga berkomitmen untuk berpartisipasi dalam melestarikan Bumi. Dengan teknologi bersih dan pendekatan yang berkelanjutan, kami ingin Jabodebek LRT menjadi bagian dari solusi lingkungan,” kata Purnomosidi.
Pada 22 April 2025, Jabodebek LRT telah melayani lebih dari 7,7 juta pengguna sejak awal 2025. Jumlah ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang percaya dan beralih ke mode transportasi umum yang ramah lingkungan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang terdalam kepada semua orang yang telah menggunakan Jabodebek LRT dengan memilih transportasi umum, tidak hanya mobilitas yang dibantu, tetapi juga lingkungan yang dilindungi,” tambah Purnomosidi.
Melalui momentum Hari Bumi ini, LRT Jabodebek mengundang orang untuk terus memprioritaskan transportasi umum sebagai bagian dari gaya hidup sehari -hari. Bersama -sama, kita dapat mengurangi kemacetan, mengurangi emisi karbon, dan menciptakan kualitas udara yang lebih baik untuk generasi mendatang.
Jabodebek LRT berkomitmen untuk terus menyajikan layanan transportasi umum yang ramah pengguna dan ramah lingkungan. Dengan kolaborasi semua pihak, kita dapat membangun masa depan yang lebih bersih, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan.
Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id.
—
RakyatPos Borneo










