Mendorong UMKM untuk naik kelas, Telkom Indonesia mengadakan pelatihan digital praktis di Labuan Bajo

- Jurnalis

Senin, 2 Juni 2025 - 05:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Telkom Indonesia memfasilitasi pelatihan praktis untuk pariwisata aktor UMKM di Labuan Bajo Indigospace untuk mengoptimalkan layanan pelanggan, dan pemasaran digital dengan teknologi sederhana.

Di tengah -tengah percepatan transformasi digital, aktor MSM di sektor pariwisata masih menghadapi tantangan dalam mengakses teknologi yang relevan dan aplikasi. Kesenjangan digital ini adalah perhatian khusus, terutama di tujuan wisata seperti Labuan Bajo yang berkembang sebagai pusat pariwisata nasional. Menjawab kebutuhan ini, Telkom Indonesia melalui Program Indigo, menyelenggarakan pelatihan intensif di Labuan Bajo Indigospace untuk memperkenalkan strategi digital praktis untuk bisnis lokal.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 10 peserta yang terdiri dari pemilik homestay, aktor kuliner, dan pemandu wisata berpartisipasi dalam serangkaian pelatihan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Materi ini disampaikan secara teknis dan aplikatif, mulai dari penggunaan bisnis WhatsApp untuk layanan pelanggan, hingga penggunaan ruang kerja Google dalam pekerjaan kolaboratif. Peserta dipandu secara langsung untuk mengelola fitur-fitur seperti secara otomatis, label percakapan, untuk berbagi dokumen melalui Google Drive dan Google Documents.

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah praktik membuat konten promosi dengan bantuan AI. Menggunakan chatgpt, peserta diajarkan untuk mengkompilasi prompt yang efektif, pilih gaya bahasa yang sesuai dengan audiens target, untuk mengembangkan teks -teks kampanye yang kemudian diproses menjadi visual di Canva.

Menurut DEA Saputri, seorang praktisi pemasaran digital yang menjadi mentor sesi ini, banyak UMKM yang benar -benar memiliki cerita dan produk yang kuat, tetapi masih mengalami kesulitan menyampaikan nilai mereka secara digital. Pelatihan ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk belajar menyiapkan pesan bisnis secara lebih efektif menggunakan alat yang mudah diakses, sehingga potensi bisnis mereka dapat disampaikan lebih tepat ke pasar.

Patricia Eugene Gasperz, manajer senior Indigo, menekankan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari komitmen Indigo untuk mendorong keberlanjutan ekonomi lokal berbasis digital. “Transformasi digital tidak harus dimulai dari teknologi canggih. Yang penting adalah kesesuaian alat dengan kebutuhan, dan pemahaman komprehensif tentang bagaimana menggunakannya. Melalui pendekatan praktis seperti ini, kami ingin UMKM di Labuan Bajo dapat naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” jelas Patricia. Dia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini adalah bentuk konkret Telkom Indonesia dalam memperluas inklusi digital ke area tujuan.

Di akhir pelatihan, peserta menyiapkan rencana konten digital lengkap untuk bisnis masing -masing, termasuk jadwal publikasi, jenis konten, dan strategi interaksi pelanggan. Mereka juga mempraktikkan aliran komunikasi otomatis menggunakan bisnis WhatsApp, seperti pesan selamat datang dan respons FAQ, serta berbagi katalog produk secara teratur. Setiap rencana ditinjau dengan mentor dan peserta lainnya, untuk memastikan keberlanjutan strategi yang dikumpulkan.

Kegiatan ini tidak hanya memiliki dampak langsung untuk aktor MSM, tetapi juga membuka akses ke jaringan bantuan lebih lanjut melalui kelompok pendampingan online. Manfaat ini diharapkan untuk mempercepat adaptasi digital komprehensif di wilayah Labuan Bajo, meningkatkan daya saing bisnis lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata. Indigo berharap bahwa inisiatif ini dapat direplikasi di berbagai daerah lain, sehingga digitalisasi MSM tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga gerakan nyata yang mencapai lapisan terendah.

Tentang indigo

Indigo adalah program inkubasi dan akselerasi startup digital yang dimiliki oleh PT Telkom Indonesia (Persero) TBK yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem digital yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia. Melalui berbagai program pendukung, Indigo membantu startup digital mencapai potensi maksimal dan memperkuat daya saing mereka di pasar global.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB