Kasus Covid-19 meningkat, Menteri Kesehatan menarik untuk menjadi tenang dan waspada

- Jurnalis

Kamis, 5 Juni 2025 - 01:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


routerpost.co.id – jakarta

Kasus COVID-19 yang telah meningkat pesat di beberapa negara Asia juga menjadi sorotan bagi pemerintah.

Selasa (3/6), Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk menginformasikan kasus Covid-19.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Budi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo bertanya tentang situasi Pandemi Covid-19. Budi menjawab bahwa ada peningkatan jumlah kasus Covid-19, tetapi ini disebabkan oleh varian virus yang cenderung kurang berbahaya.

“Jadi jangan terlalu khawatir sehingga publik tidak khawatir,” kata Menteri Kesehatan di Istana Presiden Jakarta, Selasa (3/6).

Sebelumnya, Budi mengatakan bahwa peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia masih sangat minim. Dia menegaskan bahwa di luar negeri ada peningkatan kasus, tetapi ini disebabkan oleh omicron subvarian bernama Besar. Subvarian ini identik dengan varian Jn.1.

“Jadi seharusnya tidak khawatir,” jelas Menteri Kesehatan.

Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbhi melanjutkan bahwa Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan surat edaran untuk semua kantor kesehatan di seluruh Indonesia. Ini adalah langkah antisipatif karena lonjakan kasus Covid di berbagai negara tetangga.

“Demikian juga, jika ada peningkatan kasus di negara -negara tetangga, kita juga harus mulai waspada. Meskipun hari ini semuanya terlihat bagus dan normal, ini lebih diarahkan untuk meningkatkan kesadaran kita untuk kembali ke gaya hidup sehat,” kata Hasan sambil memberikan konferensi pers di kantornya pada hari Selasa (3/6).

Hasan mengharapkan warga untuk menciptakan gaya hidup sehat sebagai kebiasaan. Misalnya, cuci tangan secara teratur, terutama ketika Anda merasa tubuh tidak nyaman atau ketika diserang, dan mengenakan topeng sehingga penyebarannya dapat dicegah kepada orang lain.

Meskipun mungkin tidak covid, penting untuk tetap waspada dan terbiasa jika Anda mengalami gejala seperti pusing, pilek, atau merasa buruk, segera berkonsultasi dengan dokter sehingga penyakit tersebut dapat diketahui.

Seperti disebutkan, saat ini ada 7 kasus COVID-19 di Indonesia.

Jaringan RakyatPos.id.com

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB