Jalan Hilir: Investasi Baja, Investasi Masa Depan

- Jurnalis

Selasa, 3 Juni 2025 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah -tengah gelombang hilir nasional bergema dari nikel, tembaga, ke sektor palem, satu sektor mulai mengambil posisi sentral dalam narasi pertumbuhan: baja. Dalam sesi diskusi interaktif di Indonesia Steel Summit & Exhibition Indonesia (ISSEI) 2025, DEDI LATIP, Wakil Perencanaan Investasi untuk Kementerian Investasi dan Hilir (BKPM, menyampaikan strategi pemerintah untuk menjadikan industri kelompok besi tuas produktivitas dan ekspor bernilai tinggi.

Lompatan Investasi Baja

Sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk melakukan transformasi ekonomi dari industri sektor utama menjadi industri hilir yang ditambahkan. Investasi yang mengalir ke sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatan meningkat sebesar 152% dari Rp 94,6 triliun pada tahun 2020 menjadi Rp 238,4 triliun 2024.

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Besi dan baja adalah salah satu dari sebelas komoditas prioritas nasional dalam agenda hilir strategis. Ini bukan hanya bahan konstruksi – ini adalah fondasi industrialisasi,” kata Dedi.

Jawab target ambisius

Target Presiden Prabowo Subianto adalah pertumbuhan ekonomi 8% per tahun selama periode 2025-2029. Untuk mencapai hal ini, investasi Rp13.032 triliun diperlukan, dengan porsi pribadi 86,6%. Proyek BKPM Sektor logam dasar akan menjadi salah satu pilar utama, termasuk besi, yang pada tahun 2045 diperkirakan mengalami lonjakan konsumsi nasional hingga 100 juta ton per tahun.

Dalam sebuah diskusi yang dimoderatori oleh Akbar Djan, Direktur Presiden Pt Krakatau Steel (Persero) TBK, BKPM juga menyatakan bahwa mereka telah menyusun peta jalan baja hilir 2023-2029, yang menetapkan target produksi dan kapasitas ekspansi dari hulu (billet, slab) ke downstream, piring, kuder

Beberapa pencapaian bahkan melampaui target fase pertama:

• Pelat baja mencapai 312,8% dari target,

• Slab baja 215%,

• Baja HRC 391%,

Tetapi di sisi hilir seperti mesh kawat dan baja yang dilapisi, prestasi masih rendah dan membutuhkan dukungan investasi canggih.

Harmonisasi peraturan dan fiksi positif

Menyadari bahwa lisensi masih menjadi momok bagi para pemain industri, pemerintah melalui undang -undang No. 6/2023 dan hal 5/2021 memperkenalkan konsep fiktif positif, yaitu jika aplikasi izin tidak diproses dalam waktu tertentu, maka itu dianggap disetujui secara legal.

Kita tidak boleh menghambat investasi dengan prosedur administrasi berlapis-lapis. Sekarang, jika semua persyaratan selesai, izin secara otomatis keluar melalui sistem OSS, “kata Dedi.

BKPM sekarang memegang wewenang untuk mengeluarkan izin di 16 sektor prioritas melalui satu sistem OSS berbasis pintu. Klasifikasi risiko ditentukan dari rendah (NIB yang cukup) ke tinggi (NIB + Lisensi Bisnis Terverifikasi).

Insentif dan Kek untuk Baja

Untuk mendorong lebih banyak investasi di sektor ini, BKPM menyiapkan insentif fiskal seperti liburan pajak, tunjangan pajak, dan bahan baku masterlist. Selain itu, pembangunan 25 perkebunan ekonomi khusus (KEK) dan lebih dari 160 perkebunan industri di seluruh Indonesia telah menjadi cara penting dari distribusi investasi kelompok besi di luar Jawa.

Pemerintah juga berfokus pada promosi aktif. Melalui forum investasi seperti di Davos, G20, dan Forum Investasi Regional, BKPM mengidentifikasi pemilik perusahaan global teknologi superior di sektor baja hilir untuk kemitraan mereka dengan BUMM dan aktor nasional.

Tantangan: Neraca perdagangan masih defisit

Meskipun kapasitas investasi dan produksi meningkat, saldo perdagangan zat besi masih defisit. Ekspor baja nasional selama 2023 hanya US $ 2,99 miliar, sementara impor tembus pandang US $ 9,19 miliar. Ini menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas belum sepenuhnya dimonetisasi menjadi produk hilir dengan nilai ekspor tinggi.

Dedi menekankan pentingnya mendukung sektor pengguna – dari otomotif, maritim, hingga pertahanan – untuk menyerap baja domestik. Di sinilah kerja sama silang -sektoral, sebagaimana dimulai melalui ISSEI 2025, menjadi penting.

Issei 2025, yang diadakan selama dua hari di Jakarta Convention Center, adalah hasil dari sinergi IISIA dan Seaisi, menghadirkan lebih dari 150 peserta pameran dan ribuan pemangku kepentingan industri. Tahun ini, Issei mengangkat semangat “baja nasional, daya saing regional”, sebagai platform strategis untuk menyatukan regulator, investor, dan pemain industri dalam menyusun peta jalan kolaboratif menuju Indonesia EMAS 2045.

Tentang Krakatau Steel TBK

Pt Krakatau Steel (Persero) TBK adalah perusahaan yang dimiliki negara bagian (BUMM) yang terlibat dalam produksi baja dan beroperasi di Cilegon, Banten. Didirikan pada tahun 1970 sebagai kelanjutan dari Proyek Besi Trikora Steel yang diprakarsai oleh Presiden Soekarno, perusahaan memulai produksi pipa spiral pada tahun 1973 dan terus mengembangkan kualitas produk dengan memperoleh berbagai sertifikasi internasional seperti API 5L, BC1, ISO 9001, ISO 14001, ISO 17025, dan sistem manajemen keamanan dari kepolisian nasional. Pada 2010, Krakatau Steel melakukan penawaran umum perdana (IPO) dan secara resmi menjadi perusahaan publik dengan Kode Saham KRAS di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan berkomitmen untuk menjalankan bisnis secara profesional dengan prinsip -prinsip tata kelola yang baik, dan terus berinvestasi untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi.

Hingga akhir 2022, Krakatau Steel memiliki kapasitas produksi 4 juta ton per tahun, dengan produk -produk unggul seperti baja lembaran panas, baja lembaran dingin, dan baja baja kawat. Melalui anak perusahaannya, perusahaan juga memproduksi pipa baja spiral, pipa baja ERW, baja tulangan, dan baja profil untuk kebutuhan industri dan konstruksi minyak dan gas. Selain produksi baja, baja Krakatau mengembangkan fasilitas pendukung seperti pelabuhan, pasokan air industri, dan pembangkit listrik untuk menciptakan ekosistem industri baja terintegrasi. Dengan kekuatan infrastruktur dan kualitas produk, Krakatau Steel tidak hanya mendominasi pasar domestik, tetapi juga diyakini sebagai mitra ekspor oleh perusahaan asing, untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri baja regional dan global. Siaran pers ini juga telah ditayangkan



RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB