PAYAKUMBUH – Walikota Payakumbuh Zulmaeta, mengantarkan mayat guru selama sekolah dasarnya, Hamdah (83), ke tempat peristirahatan terakhir di kota kelahirannya, Matua, Agam Regency, Kamis (05/16/2025).
Almarhum Hamdah adalah guru wali kelas dan guru favorit Walikota Zulmaeta saat menghadiri SDN 5 Tarok, distrik Payakumbuh Utara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia meninggal pada hari Rabu (15/15/2025) malam di kediamannya di desa Kubu Gater, distrik Payakumbuh barat.
Zulmaeta mengungkapkan betapa hebatnya pengaruh guru dalam perjalanan hidupnya. Dia bahkan ingat harapan terakhir yang diberikan oleh almarhum selama perayaan ulang tahunnya pada awal Mei.
“Sebagai seorang siswa, saya merasa berkewajiban untuk memenuhi permintaannya. Ini adalah bentuk rasa hormat saya kepada seorang guru yang telah memberikan banyak contoh dan membentuk kepribadian saya sejak kecil,” kata Zulmaeta dengan suara gemetar.
Dia mengatakan kepada saya bahwa dalam pertemuan terakhir, almarhum meminta agar dia mengenakan pakaian resmi upacara besar (PDUB), karena dia ingin melihat murid -muridnya muncul sebagai walikota secara resmi, bahkan jika hanya secara singkat.
“Pada waktu itu saya benar -benar mengenakan pakaian biasa dengan jeans, karena acara itu adalah keluarga. Tetapi begitu dia menyampaikan keinginan itu, saya segera mengganti pakaian saya dan mengenakan pdub. Itu adalah permintaan khusus darinya, dan saya ingin membuatnya bahagia,” katanya.
Zulmaeta mengakui bahwa dia tidak berpikir bahwa itu adalah permintaan terakhir guru untuknya.
“Akan menyesal jika pada waktu itu saya tidak mengabulkannya,” katanya.
Dia juga mengingat masa kecilnya dengan almarhum. Guru itu, kata Zulmaeta, pernah mendorongnya untuk bercita -cita menjadi dokter.
“Ketika saya lulus dari sekolah, dia pernah menyarankan agar saya bercita -cita untuk menjadi dokter. Alhamdulillah, doanya diberikan oleh Allah SWT,” lanjutnya.
Kepergian guru akan meninggalkan kesan mendalam. Dia mengklaim tidak berpikir bahwa pertemuan mereka di awal Mei menjadi momen terakhir bersama.
“Saya tidak pernah membayangkan bahwa itu adalah pertemuan terakhir saya dengan seorang guru yang begitu bermakna dalam hidup saya,” tambahnya.
Selama prosesi pemakaman, Walikota Zulmaeta menyatakan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Bersedia Tuhan, dia adalah Husnul Khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di hadapan Allah Swt. Atas nama pribadi saya, keluarga besar saya, dan pemerintah kota Payakumbuh, saya menyampaikan kesedihan terdalam atas kematian Ny. Hamdah,” kata Zulmaeta.
“Dia bukan hanya seorang guru untuk saya secara pribadi, tetapi juga simbol pengabdian, ketulusan, dan cinta seorang pendidik sejati. Banyak hal dalam hidup saya tidak akan dicapai tanpa peran dan doanya. Saya percaya, apa yang dia warisi melalui pengetahuan dan kasih sayangnya akan terus hidup pada murid -muridnya,” lanjutnya.
“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Kita semua kehilangan sosok yang sangat berharga, yang kecintaannya pada pendidikan dan siswa tidak tergantikan,” pungkasnya. (MC)
—
Editor: Rachmail Gucci
Sumber Berita: Walikota Payakumbuh
RakyatPos Borneo










