Transformasi ikonik Stasiun Tanah Abang: PTPP mendorong kapasitas dan kenyamanan penumpang hingga 300.000 orang per hari

- Jurnalis

Jumat, 9 Mei 2025 - 04:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT PP (Persero) TBK (“PTPP”) mencatat kemajuan yang signifikan dalam proyek peningkatan stasiun Tanah Tanah Tanah, dengan realisasi pengembangan mencapai 98,88% per Mei 2025 lebih cepat dari target 0,13%. Proyek strategis ini bertujuan untuk mengubah stasiun Tanah Abang menjadi pusat integrasi transportasi modern, mampu melayani hingga 300.000 penumpang setiap hari.

Pengembangan kapasitas ini merupakan respons terhadap ketinggian volume Penumpang harian di wilayah Jakarta yang lebih besar. Proyek ini bernilai lebih dari Rp 280 miliar termasuk pembangunan bangunan stasiun baru dan rel kereta api baru dan revitalisasi 1.489 meter jalur yang ada trek tunggal (MSP).

ADVERTISEMENT

banner

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama kunjungannya, Direktur Presiden PT KAI pada 5 Mei 2025 menghargai kualitas pembangunan Proyek Stasiun Tanah Abang dan kemajuan implementasi kegiatan operasional di lapangan sesuai dengan target.

Sekretaris Perusahaan PTPP, Joko Raharjo mengungkapkan bahwa partainya merasa bangga dapat mengambil bagian dalam proyek tersebut. “Transformasi Stasiun Tanah Abang adalah stasiun hub-intermoda yang modern dan aman. Inovasi dan koordinasi lintas kontraktor adalah kunci keberhasilan proyek ini,” katanya.

Proyek ini melanjutkan Joko melibatkan tiga kontraktor utama: PTPP untuk bangunan dan jalur kereta api, PT Chikal Prima Rasa untuk sistem listrik dan sinyal, serta PT KAPM untuk pengaturan lanskap dan fasilitas publik. Mempertimbangkan bahwa stasiun Tanah Abang adalah salah satu stasiun tersibuk, pekerjaan dilakukan Waktu jendela (00,0004.00 wib) untuk mempertahankan perjalanan yang mulus dari Krl.

PTPP mengimplementasikan berbagai inovasi konstruksi untuk mendukung efisiensi dan keamanan kerja. Salah satunya adalah peran Wesel Metode di mana metode ini memungkinkan perakitan dan penghapusan catatan dengan cepat dalam waktu yang terbatas, sehingga sangat efektif di jalur dan emplasir yang memiliki tingkat kepadatan perjalanan kereta api yang tinggi. Dengan aplikasi inovatif ini, kata Joko, proyek ini terus berjalan dengan lancar tanpa mengganggu layanan penumpang yang telah berjalan.

-SELESAI-

Tentang Pt PP (Persero) TBK

PT PP (Persero) Tbk (Issuer Code: PTPP) is one of the leading construction companies and in Indonesia which was established in 1953. At present, PTPP has 7 (seven) integrated business lines ranging from upstream, middlestream to downstream, which includes: energy, property, infrastructure, construction services, engineering, procurement and construction (epc) and precast. PTPP memiliki catatan yang solid dan memenangkan penghargaan untuk proyek konstruksi pelabuhan, pembangkit listrik, bandara, bendungan, dan bangunan di Indonesia. PTPP adalah pelopor untuk konsep bangunan hijau ramah lingkungan di Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional untuk pekerjaannya. PTPP mencatat sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada 2015, PTPP mencatat saham anak perusahaan PT PP Properti TBK (Kode Penerbit: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan di masa depan, PTPP memperluas di sektor energi dan infrastruktur pada tahun 2016. Pada tahun 2017, anak perusahaan terlibat sebagai kontraktor berdasarkan PT PT Precision TBK (Kode Penerbit: PPRE) ke Lantai di Bursa Efek Indonesia dengan melepaskan 23% saham kepada publik. Untuk menghadapi era industri 4.0, PTPP melakukan strategi operasional keunggulan dengan menerapkan sistem informasi yang andal, yaitu ERP sebagai sistem perusahaan utama yang didukung oleh berbagai aplikasi dukungan operasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan ke depan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi dan menjadi perusahaan dan keunggulan yang unggul.

Siaran pers ini juga telah ditayangkan di RakyatPos.id

RakyatPos Borneo

Berita Terkait

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680
Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga
Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan
Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan
Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran
Buruh Mengaku Disiksa Polisi — Pembakaran DPRD Sulsel Ajukan Praperadilan
Dasco Tanggapi Publik soal Postingan ‘Diam Saat Perjuangan – Ramai di Akhir Cerita’, Sindiran Siapa?
PDIP: Soeharto tidak perlu dijadikan pahlawan nasional

Berita Terkait

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:05 WIB

Begini Kondisi Tambang Emas Dekat Mandalika yang Diduga Dikelola WN China, Ada 3 Lubang Menganga

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:04 WIB

Dukung KPK Usut Dugaan Mark Up di Kereta Cepat Whoosh, DPR: Pelakunya Harus Diseret ke Pengadilan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Masuk Grup WA ‘Mas Menteri Inti’ bersama Nadiem Makarim, Najelaa Shihab memberi penjelasan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 15:03 WIB

Lempar ‘Bom’ di Medsos soal ‘Ramai dan Senyap’, Dasco: Wah, Penasaran

Berita Terbaru

Headline

Kuota Haji RI 2026 Tetap 221 Ribu, Jemaah Haji Khusus 17.680

Rabu, 29 Okt 2025 - 15:05 WIB